BREAKING NEWS
 

Cuti Suami Saat Istri Melahirkan Akankah Segera Jadi Kenyataan

Jasra Putra: Negara Dibutuhkan Lakukan Intervensi

Reporter : NANA MAULANA
Editor : DAUD FADILLAH
Minggu, 17 Maret 2024 07:40 WIB
Jasra Putra, Wakil Ketua KPAI. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Bagaimana Anda melihat rencana Menpan RB tentang cuti ayah ini? 

Intervensi negara untuk ikut masuk, itu penting. Sehingga, KPAI mengapresiasi bila negara melakukan intervensi langsung tentang cuti ayah. Saya kira, dengan cuti ayah, negara terus bergerak ke arah penyelenggaraan sistem perlindungan anak nasional, yakni intervensi primer lebih dikedepankan.

Konkretnya bagaimana?

Memperluas dan memperbaharui layanan pencegahan secara umum, sehingga kita berharap ada perubahan perilaku sosial, dengan penguatan peran ayah di keluarga. 

Baca juga : Tim AMIN Pantang Mundur Gugat Kecurangan Pemilu

Salah satu konsen penting dunia, termasuk Indonesia, tentang pencapaian target mengatasi stunting dan wasting dari Presiden ke Presiden lainnya, yang terus menjadi target program pembangunan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tiap lima tahunan. World Health Organization (WHO) menegaskan, Indonesia belum mencapai target dalam mengatasi masalah ini. 

Apa dampaknya jika target itu belum tercapai? 

Negara yang tidak konsen terhadap program ini, generasinya akan terancam pada masa produktif.

Apa manfaat nyata dari cuti ayah ini?

Baca juga : AHY: Ini Perampokan!

Cuti ayah ini, dapat mengkonsentrasikan pasangan dalam mengawasi kondisi bayi, terutama saat perencanaan, jelang dinyatakan hamil, mulai mengkapasitasi diri pada bayi berumur 0 bulan, yang sebenarnya diharapkan ada program sampai 2 tahun atau 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Ini disebut sebagai periode emas tumbuh kembang anak. Bahwa, perubahan yang terjadi pada bumil (ibu hamil), mendatangkan ketidaknyamanan yang luar biasa. Sehingga, cuti ayah dapat mengurangi dampak mental, emosi, tekanan psikologis, dampak kesendirian bumil membesarkan anaknya dalam kandungan.

Selain itu? 

Kami juga melihat berbagai kisah tantrum, atau baby blues, yang terjadi pada ibu. Hal ini menyebabkan ancaman dan kerentanan untuk anak. 

Dengan cuti ayah, kita berharap ada peran kuat, kohesi, bounding yang dilakukan ayah, dengan ikut mengendong, memandikan, mengganti popok bayi, bangun malam, dalam upaya ikut mendukung tumbuh kembang anak.

Baca juga : Duh, Kasihan Tenaga Honorer Dan Perangkat Desa

Apa harapan Anda tentang cuti ayah?

Dengan cuti ayah, disfungsi keluarga dapat dikurangi; karena ini menjadi sumber pemicu kekerasan terhadap anak di dalam keluarga. Akibat tidak ikut proses bersama sejak awal. NNM

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Minggu, 17 Maret 2024 dengan judul "Cuti Suami Saat Istri Melahirkan Akankah Segera Jadi Kenyataan, Jasra Putra: Negara Dibutuhkan Lakukan Intervensi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense