Sebelumnya
Hariyadi meminta Pemerintah mencarikan alternatif lain. Tujuannya, agar ekonomi tidak jeblok lagi. Terutama di daerah wisata yang seharusnya menikmati momen liburan ini.
"Jangan kayak tahun lalu. Antusias orang pada ingin ke Bali, tapi tiba-tiba harus PCR. Jadi pada ngedrop semua. Jadi rugi. Mereka tidak menikmati dari liburan tersebut," urainya.
Baca juga : Soal Penerapan PPKM Level 3 Saat Nataru, Ganjar Tunggu Instruksi Dari Pusat
Yang juga paling terdampak adalah bisnis hotel. Karena itu, Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) ini meminta Pemerintah mengkaji lagi kebijakan itu.
"Kita paham ini untuk pengendalian pandemi. Tapi, jangan sampai karena kita menerapkan suatu kebijakan yang kurang tepat sehingga dampaknya menekan ekonomi. Kayak sekarang cukup bagus. Gimana kita maintenance kondisi seperti ini di Nataru," usul Hariyadi.
Baca juga : Mau Ada PPKM Level 3, Jakcloth Di Gelar Lebih Awal
Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta Sarman Simanjorang menganggap, PPKM Level 3 akan menurunkan produktivitas berbagai sektor usaha. Sebab, kebijakan itu membatasi masyarakat mengunjungi mall, restoran, pusat perbelanjaan, transportasi, dan lainnya.
Sarman waswas, harapan pelaku usaha meraup omzet di libur Nataru tak bisa jadi kenyataan. Tapi, pihaknya tidak bisa berbuat banyak dengan kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah. "Bagi pengusaha, tidak ada pilihan kecuali mendukung kebijakan tersebut untuk keselamatan dan kelangsungan ekonomi kita yang lebih baik tahun depan," tuturnya.
Baca juga : BPIP: Kampus Sasaran Pengembangan Karakter Pancasilais
Soal dampak ekonomi, kata dia, tentu sangat banyak. Sektor pariwisata dan turunannya seperti hotel, restoran, kafe, travel, dan pelaku UMKM di tempat wisata bakal gigit jari. Peredaran uang dari pelancong di suatu daerah juga akan menurun.
Sarman berharap, kebijakan ini pun hanya sebatas sementara, saat libur Nataru saja. "Setelah masa pemberlakuan PPKM 3 pada tanggal 2 Januari 2022, pemerintah dapat melakukan evaluasi dan mengembalikan level PPKM 1. Sehingga aktivitas berbagai sektor usaha dapat bergairah kembali," pintanya. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.