RM.id Rakyat Merdeka - Gerak nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan pagi ini terpantau menguat tipis dibandingkan pekan sebelumnya. Rupiah masih berada di level Rp14 ribu per USD.
Awal pekan pagi hari ini (18/5), nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis 0,03 persen atau 5 poin berada di level Rp 14.855 per dolar Amerika Serikat (AS) dibanding perdagangan sebelumnya di pasar spot.
Di sepanjang pekan kemarin, rupiah mencatat penguatan hingga 0,4 persen. Pada akhir pekan, rupiah ditutup menguat 0,07 persen berada di level Rp 14.830 er dolar AS.
Baca juga : Hari Ini, Pelni Mulai Jual Tiket Penumpang Lagi
Begitu pula di kurs tengah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia rupiah ditutup menguat 37 poin atau 0,25 persen di angka Rp 14.909 per dolar AS dibanding pada Jumat (15/5) dibanding Kamis (14/5) di level Rp 14.946 per dolar AS.
Penguatannya pun dinilai tak terlalu besar dibanding minggu sebelumnya. Rupiah mengalami penguatan bersama baht Thailand dan Hong Kong masing-masing di 0,01 persn. Hal ini sebaliknya berlaku pada mayoritas nilai tukar mata uang Asia lainnya yang justru melemah pekan lalu.
Analis makro ekonomi dari Mirae Asset Sekuritas Anthony Kevin mengatakan, pengumuman kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI) besok, Selasa (19/5) diharapkan BI mempertimbangkan untuk menurunkan suku bunga 25 bps ini.
Baca juga : Sentuh Rp 14.880/Dolar AS, Rupiah Mulai Menguat Pagi Ini
"Kemungkinan besar, hal ini bisa memperlebar kesenjangan imbal hasil obligasi pemerintah dan inflasi. Di sisi lain, menilai apresiasi rupiah belakangan ini disebabkan oleh pasar keuangan global mulai perlahan bangkit," ucap Anthony dalam risetnya, Senin (18/5).
Menurut dia, penurunan suku bunga acuan oleh BI adalah langkah yang sangat dibutuhkan, karena pihaknya melihat bahwa rally baru-baru ini di pasar saham AS, yang pada akhirnya mengarah ke apresiasi rupiah karena minat lebih tinggi untuk aset berisiko.
Secara historis, dana asing berbondong-bondong keluar dari pasar ekuitas Indonesia pada bulan Mei. Dalam 15 tahun terakhir, investor asing rata-rata membukukan penjualan bersih sebesar Rp 5,1 triliun.
Baca juga : Gegara Covid, Ribuan Koperasi Megap megap
Ia pun memprediksi, rupiah hari ini bergerak naik tipis di kisaran Rp 14.800-14.950 per dolar AS. Sementara rencana sejumlah perkantoran dalam negeri yang akan kembali beroperasi dengan kondisi new normal, dinilai menjadi sentimen positif lainnya baik rupiah untuk menguat. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.