RM.id Rakyat Merdeka - Untuk menjaga stok pangan nasional, pemerintah terus mendorong pengembangan food estate di Tanah air. Khususnya oleh perusahaan pelat merah klaster pangan.
Wakil Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara) I Budi Gunadi Sadikin mengatakan, BUMN klaster pangan yang melibatkan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI), PT Sang Hyang Seri (Persero), PT Pertani (Persero), dan PT Pu puk Kujang berupaya memacu pertumbuhan produksi beras nasional serta meningkatkan kesejahteraan petani.
Baca juga : Sembawa Jadi Penyangga Pangan Nasional
“Saat ini mereka tengah mengembangkan pilot project food estate di area seluas 1.000 hek tare (ha) berlokasi di Suka mandi, Subang, Jawa Barat,” ujar BGS, sapaan Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, kemarin.
Proses penanaman padi yang dilakukan di area tersebut menerapkan teknologi Future Farming 4.0 milik RNI. Agar mampu meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut. Di area Subang ini, kata Budi, juga terdapat Breeding Center, Gen Bank (Bank Benih), dan pabrik Integrated Rice Seed Processing Plant (IRSPP) milik Sang Hyang Seri. Di mana IRSPP ini memiliki kapasitas total 10 ribu ton benih per tahun.
Baca juga : KLHK Dukung Kalteng Jadi Lumbung Pangan Nasional
Begitu juga Perum Perikanan Indonesia (Perindo), yang memiliki pabrik pakan ikan dan udang pertama milik negara (BUMN). Sebab, sebelumnya pabrik pakan di Indonesia didominasi perusahaan swasta.
Direktur Utama Sang Hyang Seri Karyawan Gunarso menjelaskan, untuk pengembangan food estate Sukamandi diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani melalui program corporate farming yang terintegrasi dari hulu (produksi) hingga hilir (pemasaran).
Baca juga : Mentan SYL Kunjungi Jagung NTT, Pastikan Stok Pangan Aman
“Dengan adanya pendampingan serta dukungan BUMN klaster pangan di dalam program ini, tingkat produktivitasnya dapat mencapai target pening katan 70 persen. Dari semula 5 ton per hektare menjadi 8,5 ton per hektare. Sehingga dari luas 1.000 hektare dapat diperoleh 8.500 ton gabah kering panen (GKP),” bebernya.
Selain itu, dalam skema bisnis corporate farming tersebut, BUMN yang terlibat menjalankan peran sesuai dengan core businessnya masing-masing. Misalnya, Sang Hyang Seri berperan sebagai penyedia lahan, benih, serta inisiator kerja sama dengan petani.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.