BREAKING NEWS
 

Food Estate Sukamandi Jadi Proyek Percontohan

BUMN Keroyokan Jaga Stok Pangan Nasional

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Sabtu, 25 Juli 2020 08:30 WIB
Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin (kanan, depan) meninjau Pilot Project Food Estate seluas 1.000 hektar yang dikembangkan BUMN Klaster Pangan di Sukamandi, Subang Jawa Barat, Kamis (23/7). (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Lalu di sisi produksi, perseroan bekerja sama dengan Pupuk Kujang yang berperan dalam analisa tanah, penyediaan pupuk organik, obat pertanian, serta prasarana penunjang pertanian lainnya. Sedangkan di sisi manufaktur, Pertani akan mengambil peran sebagai penyedia fasilitas pengolahan modern dari mulai drying, cleaning, hingga packaging. Bahkan, Pertani juga berperan sebagai off taker yang akan menjamin penyerapan gabah yang dihasilkan petani.

Adapun distribusi dan pemasaran produk pertanian dilakukan RNI. Serta, memberikan duku ngan analisis serta pemetaan la han melalui Future Farming 4.0. “Kolaborasi antara BUMN klaster pangan ini akan mengarah pada pengembangan sistem pengelolaan pertanian modern yang mengedepankan efektivitas, efisiensi serta penggunaan material organik atau ramah lingkungan,” katanya.

Ia menuturkan, strategi pengembangan food estate Sukamandi ini meliputi upaya intensifikasi, ekstensifikasi, dan diversifikasi pertanian. Sejauh ini, Sang Hyang Seri sudah menerapkan diversifikasi me lalui pemanfaatan lahan di sekitar sawah untuk budidaya tanaman kebun seperti cabe.

Baca juga : Sembawa Jadi Penyangga Pangan Nasional

“Diharapkan pola corporate farming yang diterapkan di Sukamandi dapat menjadi contoh bagi sistem pengelolaan perta nian di kawasan lain, sehingga tujuan pemerintah mencetak lebih banyak lumbung pangan dapat tercapai,” harapnya.

Habiskan Dana PMN Rp 165 M

Tidak hanya di sektor pertanian, Wamen Budi juga meresmikan pabrik pakan ikan dan udang menggunakan mesin berteknologi terbaru milik Perum Perindo. Rencananya, Perindo akan melakukan penjualan pakan ikan seperti pakan lele, pakan ikan mas dan pakan patin/bandeng.

Baca juga : KLHK Dukung Kalteng Jadi Lumbung Pangan Nasional

Direktur Utama Perum Perindo Fatah Setiawan Topobroto menerangkan, pabrik ini dibangun dengan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 165 miliar, di atas lahan seluas 4 ha. Pabrik pakan ini akan memiliki kapasitas produksi 72 ribu ton per tahun.

Terbagi atas pakan ikan 36 ribu ton dan pakan udang 36 ribu ton. “Kami bisa memproduksi 6.300 ton per bulan. Untuk pema saran pakan udang di Jawa Barat 1.019 ton per bulan, Banten 489 ton per bulan dan Jakarta 80 ton per bulan,” bebernya.

Ia menilai, pakan berperan penting dengan menguasai 80 persen dari biaya budidaya ikan maupun udang. Oleh sebab itu, pihaknya berupaya bersinergi dengan BUMN lain dalam meng operasionalkan pabrik pakan. Karena potensi pakan ikan dan pakan udang ini sangat besar.

Baca juga : Mentan SYL Kunjungi Jagung NTT, Pastikan Stok Pangan Aman

“Kami lihat potensi dari konsumsi pakan ikan secara nasional sebesar 1,35 juta ton per tahun, sedangkan pakan udang 350 ribu ton per tahun,” tegasnya. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense