RM.id Rakyat Merdeka - Gerakan sedekah sampah (GRADASI) perlu terlaksana di banyak rumah ibadah di Indonesia. Pendekatan keagamaan bisa sangat membantu penanganan sampah di Indonesia.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong agar program GRADASI tak hanya sampai pada pengumpulan sampah plastik di tempat peribadatan. Namun, dikelola lebih lanjut untuk didaur ulang.
Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah Ditjen Pengelolaan Sampah Limbah Bahan Berbahaya, dan Beracun (PSLB3) KLHK Rosa Vivien Ratnawati mengatakan, jumlah timbulan sampah di Indonesia selama tahun 2022 sekitar 68,7 juta ton.
Namun, hanya sekitar 18 persen sampah plastik berhasil terdaur ulang.Sebab, hingga saat ini Indonesia masih bergantung pada impor plastik dari negara lain.
"Selama ini kita masih impor plastik sebesar 30 persen. Karena sampah kita saat tak terpilah dan tidak bersih,” katanya di Masjid Istiqlal, Jakarta, seperti keterangan yang diterima RM.id, Kamis (14/4).
Baca juga : Sedekah Sampah, Masjid Raya Bintaro Kumpulkan 17,5 Ton Sampah
Vivien menyebut, GRADASI ini dapat menjadi peluang untuk mengumpulkan, mengelola dan memanfaatkan sampah untuk kemudian didaur ulang.
Melalui gerakan sedekah sampah ini, pemerintah bisa bersama-sama dengan masyarakat dan pemuka agama untuk menjaring sampah melalui tempat peribadatan.
“Saya minta lebih digalakkan rumah ibadahnya untuk menjadi tempat pengumpulan sampah. Nanti kita akan bantu untuk pengelolaannya, termasuk kita hubungkan dengan off taker untuk membantu mereka,” ujar Vivien.
Demi meningkatkan peran aktif para pemuka agama dan rumah ibadah dalam pengelolaan sampah, KLHK bekerja sama dengan Sekretariat Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL), Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar acara Gebyar Ramadan Minim Sampah: “Dialog Lintas Agama Membangun Sinergi dan Kemitraan untuk Mewujudkan Pengelolaan Sampah yang Berkelanjutan” di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.
Acara yang juga didukung Danone Indonesia dan United Nations Development Programme (UNDP) ini sekaligus memperkenalkan inisiatif pengelolaan sampah oleh umat beragama berbasis rumah ibadah.
Baca juga : Geledah Rumah Rafael Alun, KPK Temukan Beberapa Barang Mewah
Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menyambut baik program GRADASI ini. Ia menyatakan pentingnya peranan tokoh agama dalam menggerakkan program-program yang menyentuh masyarakat.
"Imbauan sebagus apa pun, programnya kalau tidak menyentuh hati masyarakat akan tidak maksimal,” ujarnya.
Pencemaran Sampah Plastik di LautSenior Advisor UNDP Abdul wahib Situmorang menyatakan, pengurangan sampah harus secara bersama-sama agar tak menimbulkan pencemaran serius ke laut.
"Berdasarkan salah satu studi jika kita terus menerus business as usual maka 2050 nanti sampah plastik lebih banyak daripada ikan di laut,” kata dia.
Ia juga menyatakan, pentingnya penanganan sampah mengingat dampak buruknya terhadap kesehatan, ekonomi hingga pariwisata.
Baca juga : Gakkum KLHK Tangkap Perambah Tahura Bukit Mangkol Babel
“UNDP mendukung sedekah sampah ini dan berharap tempat peribadatan seperti masjid menjadi penentu pemain penanganan dan pengurangan sampah,” imbuhnya.
Vice President General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto menyebut, keterlibatan Danone-Aqua di GRADASI merupakan wujud nyata komitmen yang tertuang dalam inisiasi #BijakBerplastik.
Tujuannya menanggulangi permasalahan sampah plastik di Indonesia melalui pembangunan ekonomi sirkular.
"Kami berharap kolaborasi lintas sektor ini dapat mengedukasi lebih banyak masyarakat terlibat dalam mengurangi, mengelola dan memilah sampah,” ucapnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.