Sebelumnya
BKS mengatakan, transportasi berkelanjutan menjadi perhatian utama bagi negara-negara anggota ASEAN dan telah dimasukan ke dalam rencana strategis ASEAN 2016-2025.
Sejumlah strateginya, yaitu melibatkan penggunaan transportasi rendah emisi, efisiensi energi, sampai dengan penggunaan lahan yang terintegrasi.
Baca juga : Bak Batang Lidi, Kalau Bersatu Kita Kian Kuat
Untuk mendukung pembangunan transportasi berkelanjutan dibutuhkan kolaborasi yang baik dari Pemerintah, sektor swasta, dan lembaga keuangan internasional, dalam mengatasi sejumlah tantangannya.
Eks Dirut Angkasa Pura ll ini mengakui, banyak tantangan dalam membangun transportasi berkelanjutan. Yaitu, membutuhkan investasi yang besar dan masih adanya kesenjangan infrastruktur transportasi, khususnya di negara-negara berkembang.
Baca juga : Panasonic Bantu Pemerintah Kurangi Dampak Polusi Udara Lewat Teknologi Nanoe X
“Kami di ASEAN membutuhkan dukungan pendanaan dari komunitas global. Kita harus berkolaborasi dan menciptakan kerangka pembiayaan kreatif bagi keberlanjutan industri di sektor transportasi,” jelasnya.
Untuk diketahui, sistem transportasi berkelanjutan dinilai penting meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi polusi di suatu daerah.
Baca juga : Di Depan BPK, Airlangga Paparkan Strategi Pemerintah Menuju Indonesia Emas 2045
Sayangnya, anggaran Pemerintah yang terbatas seringkali menjadi penghambat untuk mewujudkannya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Selasa 5/9/2023 dengan judul Di Depan Delegasi ASEAN, Airlangga Pamer Cara Kita Kurangi Emisi Transportasi
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.