RM.id Rakyat Merdeka - Pegawai Kementerian PUPR harus menjadi garda terdepan dalam pembangunan di Indonesia di masa pandemi wabah corona. Dengan begitu, roda perekonomian bisa kembali pulih.
Hal itu disampaikan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dalam acara pelantikan 1772 orang Pejabat Fungsional Madya dan Muda sebagai hasil dari Penyetaraan Jabatan Administrasi (eselon III dan IV) di Jakarta, Selasa (16/06).
“ASN PUPR harus bersaing dan berinovasi di bidangnya untuk menggerakan kembali ekonomi baru. Kalau mau bersaing harus menjadi spesialis di bidangnya. Ahli jembatan harus paham jembatan. Siap-siap untuk menjadi ahli, karena keahlian saudara-saudara semua yang dinilai,” pesannya.
Untuk mewujudkan hal itu, Kementerian PUPR melakukan pembenahan dengan perampingan organisasi dalam rangka meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan organisasi.
“Reformasi birokrasi dan perampingan organisasi sesuai arahan Presiden Jokowi. Salah satunya, dengan menetapkan dan melantik pejabat administrator dan pengawas menjadi pejabat fungsional,” kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dalam acara pelantikan 1772 orang Pejabat Fungsional Madya dan Muda sebagai hasil dari Penyetaraan Jabatan Administrasi (eselon III dan IV) di Jakarta, Selasa (16/6/2020).
Baca juga : KPK Setor Denda Dan Duit Pengganti Perkara Eks Gubernur Kepri Nurdin Basirun
Pelantikan sebanyak 511 Jabatan Fungsional Ahli Madya dan 1.261 Jabatan Fungsional Ahli Muda tersebut, dilakukan dengan seremonial sederhana yang diwakili beberapa peserta sesuai Protokol Kesehatan pencegahan Covid -19, sedangkan peserta lainnya mengikuti pelantikan secara virtual.
Dikatakan Basuki, perampingan jabatan struktural dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan dan pengambilan keputusan yang lebih cepat dengan melibatkan para profesional atau pejabat fungsional di bidangnya masing-masing.
“Kita menuju ke arah spesialisasi melalui keahlian jabatan fungsional, di mana semua kinerja pegawai dinilai setiap saat,” ujarnya.
Sebagai contoh, pada saat membangun sebuah bendungan, maka dibutuhkan berbagai jabatan fungsional yang ahli di bidang Sumber Daya Air.
“Satu bendungan dibutuhkan ahli hidrologi, ahli geologi teknik, ahli pengairan. Termasuk juga di pembangunan jalan. Ada ahli perkerasan, soil mechanic, dan yang lainnya,” tuturnya.
Baca juga : Puan: New Normal Harus Perkuat Kesehatan dan Ekonomi Secara Bersamaan
Untuk menuju ke arah itu, Basuki telah menyiapkan Program Spesialis Strata Dua (S2) dengan materi keahlian khusus di Politeknik PU
“Akan dibuka pendaftaran super spesialis. Bukan hanya Magister Teknik, tetapi super spesialis yang dididik selama 18 bulan. Di mana 1 semester dilakukan di kelas dan 2 semester di lapangan, untuk menjadi ahli di eksplorasi air tanah, ahli di jembatan khusus, ahli terowongan, ahli irigasi,” katanya.
Semua itu dilakukannya untuk menyiapkan ASN Kementerian PUPR sebagai garda terdepan pembangunan di Indonesia.
“Nantinya kalau mau bersaing harus menjadi spesialis di bidangnya. Ahli jembatan harus betul-betul paham mengenai jembatan. Siap-siap untuk menjadi ahli di Kementerian PUPR, karena keahlian saudara-saudara semua yang dinilai,” pesannya.
Melalui penyederhanaan organisasi di Kementerian PUPR, jumlah jabatan struktural yang dihilangkan sebanyak 813 jabatan, yaitu 67 jabatan eselon III dan 593 jabatan eselon IV di Pusat (Unit Organik) serta 153 jabatan eselon IV di Daerah (Unit Pelaksana Teknis/UPT).
Baca juga : Keamanan Siber Harus Jadi Perhatian Elemen Anak Bangsa
Hal ini membawa konsekuensi pada penataan kerja, dari struktur menjadi fungsi, yang akan menggeser cara pandang dalam bekerja dari kewenangan menuju pelayanan, dan dari manajerial menuju profesional. [FIK]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.