Sebelumnya
Di acara tersebut, Tito juga mengapresiasi launching 5 juta masker untuk masyarakat Provinsi Kepri yang dinilai program terbesar di Indonesia.
Masker tersebut terkumpul dari bantuan Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Temasek Singapura, Konjen Singapura, pemerintah daerah, TNI, Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan dari unsur masyarakat Kepri.
Tito berharap kegiatan itu dapat mendorong kesadaran masyarakat dalam melindungi dirinya. “Program masker ini sangat penting. Ini bagian pengendalian Covid-19.
Baca juga : Sandi Dorong Pemerintah Manfaatkan GSP AS Untuk Kerek Perdagangan
Saat melantik Pejabat Sementara Gubernur (Kepri), saya sampaikan ini. Saya sampaikan (tugas utama) menjaga agar pilkada aman dan lancar. Kemudian pengendalian Covid19,” tuturnya.
Tito mengatakan, akibat pandemi Covid-19, saat ini dunia tidak hanya mengalami krisis kesehatan, tapi sudah krisis multidimensi. Sehingga setiap kepala daerah diminta turut menyelesaikan krisis multidimensi.
Dan langkah itu tidak cukup hanya fokus pada penanganan Covid-19, tapi juga dalam perencanaan dan pelaksanaan anggaran, harus berorientasi pada stimulus ekonomi serta bansos.
Baca juga : Petualangan Sherina Berakhir Di Baskara
“Itu harus dikoordinasikan ke DPRD. Alokasi juga, tidak hanya fokus pada Covid,” ujarnya.
Saat ini, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Keuangan tengah merumuskan relokasi dan refocussing anggaran.
Sehingga, anggaran digunakan kepala daerah untuk menyelesaikan krisis multidimensi. “Jadi kita harus memperhatikan perekonomian, walau yang utama kesehatan,” ulangnya. [DIR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.