RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mencari pembiayaan alternatif terus meningkatkan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Kerja sama ini untuk mewujudkan 100% akses air minum.
Untuk mencapai target tersebut, berbagai pembiayaan alternatif disiapkan untuk pembangunan infrastruktur penyediaan air minum.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) , Basuki Hadimuljono mengatakan, prasarana dan sarana air minum merupakan infrastruktur dasar yang memberikan pengaruh vital pada kesehatan dan lingkungan.
Baca juga : Di Tengah Pandemi, PUPR Suntik Dana Triliunan Untuk Subsidi Rumah MBR
Namun mengingat kemampuan pendanaan melalui APBN sangat terbatas untuk membiayai pembangunan infraastruktur secara utuh, maka itu diperlukan berbagai inovasi pembiayaan.
Senada dikatakan Direktur Air Minum Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya, Yudha Mediawan. Alternatif pembiayaan untuk menambah jumlah sambungan rumah tangga (SR) sangat diperlukan.
"Jangan berfokus pada APBN atau APBD. Kita harus cari skema pembiayaan alternatif yang cerdas," kata Yudha saat Talkshow Capaian Direktorat Air Minum, Kamis (28/1).
Yudha menyebutkan, Ditjen Cipta Karya menargetkan, pembangunan SR hingga 10 juta unit hingga 2024. Pembangunan tersebut membutuhkan investasi sekitar Rp 143 triliun, sedangkan dana yang disediakan APBN hanya 26 persen atau sekitar Rp 37 triliun hingga 2024.
Baca juga : Rapat Dengan Dewan AWC, Menteri PUPR Bahas Masalah Air Bersih
"Artinya, ada kesenjangan pendanaan sekitar Rp 106 triliun. Karena itu butuh skema pembiayaan alternative, mulai daro APBD, DAK, KPBU, pinjaman perbankan, dan lainnya," ujar Yudha.
Saat ini, kata Yudha, banyak yang mendorong menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk mendapatkan pendanaan pembangunan SR dan infrastruktur air minum.
Salah satunya, melalui DAK juga bisa dialokasikan untuk keperluan konstruksi sistem penyediaan air minum. PDAM juga sudah dapat melakukan kredit investasi dari sektor perbankan. " PDAM juga dapat mendapatkan pendanaan dari kegiatan corporate social responsibilities (CSR) badan usaha di sekitar tiap-tiap PDAM," ujar Yudha.
Baca juga : Butuh Sinergi Lebih Kuat Untuk Capai Target 1 Juta Barel Per Hari
Sedangkan untuk PDAM pada kategori sehat, Yudha mengatakan dapat menggunakan skema business to business, dimana PDAM sudah dapat bekerja sama langsung dengan PDAM lain. "Ke depan, PDAM yang sudah sehat dapat membantu menangani di luar wilayah kerjanya," ujarnya.
Informasi, kinerja BUMD Air Minum berdasarkan buku kinerja BUMD Air Minum tahun 2020, tercatat dari 387 BUMD Air Minum yang dinilai terdapat 239 (62%) BUMD Air Minum yang berkinerja sehat dan ada 148 (38%) BUMD Air Minum yang masih memiliki kinerja kurang sehat dan sakit. [FIK]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.