BREAKING NEWS
 

Pulihkan Ekonomi, Program Padat Karya Tunai Serap 110.544 Orang.

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : MUHAMAD FIKY
Kamis, 11 Maret 2021 23:16 WIB
Program padat karya tunai (PKT/cash for work) membantu masyarakat lebih inovatif dalam hadapi Corono.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan Program Padat Karya Tunai (PKT/cash for work) dapat menyerap 1,23 juta orang  tenaga kerja di 2021. 

Program ini diberikan untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang terdampak pandemi Covid-19, Berdasarkan laporan hingga awal Maret 2021, PKT tersalurkan dana sebesar Rp 1,39 triliun (6%) dengan jumlah tenaga kerja terserap sebanyak 110.544 orang. 

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, program PKT dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat/warga setempat sebagai pelaku pembangunan, khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi. 

Diharapkan manfaatnya dapat langsung memberikan kontribusi pada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pasca Pandemi Covid-19. 

Baca juga : SHS Targetkan Panen Bawang Merah 130 Ton Jelang Puasa

“Selain untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat, PKT juga bertujuan mendistribusikan dana hingga ke desa/ pelosok. Pelaksanaan PKT juga harus memperhatikan protokol physical dan social distancing untuk pencegahan penyebaran Covid-19,” ujar Basuki, Kamis (11/3).

Adapun pekerjaan PKT utamanya meliputi pembangunan infrastruktur kerakyatan yang mendukung produktivitas masyarakat perdesaan, seperti peningkatan irigasi kecil, perbaikan jalan lingkungan, rumah subsidi, penanganan kawasan kumuh, peningkatan kualitas air minum dan sanitasi. 

Adsense

Program infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) yang dilaksanakan dengan skema PKT ini dialokasikan anggaran sebesar Rp 7,15 triliundengan target 386.159 tenaga kerja oleh seluruh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS/BWS), Ditjen SDA Kementerian PUPR yang tersebar di 34 Provinsi. 

Alokasi tersebut di antaranya untuk Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI), pembuatan Akuifer Buatan Simpanan Air Hujan (ABSAH), dan kegiatan OP  irigasi, rawa, sungai, dan pantai serta bendungan, danau, situ, dan embung.

Baca juga : OJK Resmikan Dua BWM Di Surakarta

Di bidang jalan dan jembatan, Kementerian PUPR menganggarkan dana sebesar Rp 6,69 triliun dengan target menyerap 273.603 tenaga kerja. 

Pelaksanaan program peningkatan infrastruktur konektivitas dilakukan oleh Balai Besar dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN/BPJN) yang tersebar di 34 provinsi yang di antara meliputi kegiatan preservasi jalan dan jembatan, revitalisasi drainase, serta OP jalan tol.

Kemudian bidang permukiman dialokasikan anggaran sebesar Rp 5,29 triliun yang ditargetkan untuk 194.471 tenaga kerja. 

Alokasi tersebut digunakan untuk program PKT regular, seperti Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas), Sanitasi Pondok Pesantren, Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW), Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU).

Baca juga : Puan Ajak HIPMI Pulihkan Ekonomi Di Tengah Pandemi

Selanjutnya, anggaran padat karya juga disalurkan oleh Ditjen Perumahan melalui program rumah subsidi atau dikenal dengan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 190.130 unit dengan target  378.460 tenaga kerja. Pada TA 2021 dialokasikan sebesar Rp 4,11 triliun yang dilaksanakan melalui peningkatan kualitas rumah swadaya. [MFA]
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense