BREAKING NEWS
 

Pontang Panting Ngurus Pariwisata Di Saat Pandemi

Sandiaga: Kepala Jadi Kaki, Kaki Jadi Kepala

Reporter & Editor :
ACHMAD ALI FUTHUHIN
Sabtu, 18 September 2021 07:10 WIB
Menteri Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan Rakyat Merdeka secara virtual, Jumat (19/8/2021). (Foto: rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Musim Covid-19 tak menghalangi kesibukan kerja Sandiaga Salahuddin Uno. Menteri Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif ini tak kenal lelah, terus turun ke daerah. Bukan cuma meninjau tempat piknik, tapi juga menyemangati pelaku-pelaku pariwisata dan pedagang kecil yang kondisinya terkapar saat ini.

“Ngurusin pariwisata, saya pontang panting. Bener-benar, kaki jadi kepala dan kepala jadi kaki,” kata Menteri Sandi, dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan Rakyat Merdeka, kemarin petang.

Baca juga : Pandemi Jangan Jadi Alasan Pejabat Ogah Laporin Harta Kekayaan

Jumat (17/9), Sandi berada di Jawa Timur. Mengunjungi sejumlah lokasi wisata, antara lain di Situbondo, Banyuwangi, dan sekitarnya. Dia bercerita, tiap kali kunjungan kerja, banyak sekali kisah yang membuatnya terenyuh. Ibu-ibu yang berjualan di sekitaran lokasi wisata, megangin tangannya dan bercerita, bagaimana mereka harus berjuang dan bertahan.

“Ibu Nini yang saya temui tadi siang di Desa Blekok, Situbondo, selama pandemi tak ada orderan sama sekali. Nggak ada cash flow,” ujarnya, sedih.

Baca juga : Para Konglomerat Ayo, Tiru Sandiaga

Jumlah pelaku pariwisata 34 juta orang, dan 20 juta di antaranya di sektor ekonomi kreatif. Mereka masih memiliki optimisme dan tetap bertahan, meski nasibnya memprihatinkan. “Sebagian mantab, makan tabungan. Sebagian lagi manset, makan dari jualin aset,” papar Sandi. Sehingga, kehadiran dia di daerah, setidaknya bisa memberikan optimisme, ibarat melihat secercah cahaya di ujung lorong.

Pandemi, kata Menteri Sandi, rumusnya cukup kompleks. Vaksinasi, prokes 3T (tracing, testing, treatment), di tambah lagi 3 M (mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan), ditambah isoter (isolasi terpadu). Dan kini juga harus ada kolaborasi pentahelix antara pemerintah, dunia usaha, media, komunitas masyarakat dan institusi pendidikan. “Saya melihat, vaksinasi sebagai game changer bagi sektor pariwisata,” katanya.

Adsense

Baca juga : Dihujat Dulu, Baru Tobat

Menurutnya, vaksinasi di DKI Jakarta dan sejumlah kota besar, seperti Bali, Surabaya, sudah berjalan cukup baik. Sehingga lokasi-lokasi wisata di kota-kota itu ada yang sudah mulai uji coba. Tapi, pekerjaan rumah masih banyak, utamanya di lokasi wisata yang tergolong super prioritas, tapi cakupan vaksinasinya masih minim. Misalnya di Danau Toba (Sumatera Utara), Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (NTB), Labuan Bajo (NTT) dan Likupang (Sulawesi Utara).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense