Click Here

Dark/Light Mode

Santuni Yatim Piatu Di Saat Pandemi

Para Konglomerat Ayo, Tiru Sandiaga

Sabtu, 21 Agustus 2021 07:55 WIB
Bertepatan dengan 10 Muharram 1443 Hijriah, Sandiaga Salahuddin Uno mengusap kepala anak yatim saat memberikan beasiswa secara simbolis ke salah satu yatim, di Pondok Pesantren Hidayatullah, Jakarta, Jumat (20/8/2021). (Foto: Twitter @sandiuno)
Bertepatan dengan 10 Muharram 1443 Hijriah, Sandiaga Salahuddin Uno mengusap kepala anak yatim saat memberikan beasiswa secara simbolis ke salah satu yatim, di Pondok Pesantren Hidayatullah, Jakarta, Jumat (20/8/2021). (Foto: Twitter @sandiuno)

RM.id  Rakyat Merdeka - Beruntunglah negeri ini punya konglomerat seperti Sandiaga Uno. Setelah bulan lalu menyerahkan 1.000 hewan kurban, kemarin, Sandiaga memberikan santunan berupa beasiswa untuk 10.000 anak yatim piatu. Ayo, para konglomerat, tiru Sandiaga, ringankan beban orang miskin yang saat ini menderita karena Covid-19.

Bantuan beasiswa yang diberikan Sandiaga ini, bertepatan dengan perayaan 10 Muharam 1443 Hijriah atau yang biasa disebut dengan lebarannya anak yatim. Anak yatim piatu yang dipilih adalah anak-anak dari pedagang kecil yang ada di Jakarta, dan daerah-daerah lainnya.

Berita Terkait : Dihujat Dulu, Baru Tobat

Dalam memberikan beasiswa ini, Sandiaga menggandeng Kahmipreneur dan Sinergi Indonesia. “Hari ini, memaknai 10 Muharam yang dikenal juga sebagai lebaran anak yatim, kita memuliakan anak yatim piatu.

Hari ini, kami bersama donatur lainnya membagikan 10.000 beasiswa bagi anak-anak yatim,” kata Sandiaga, saat menyerahkan santunan secara simbolis di Pondok Pesantren Hidayatullah, Jakarta Timur, kemarin.

Berita Terkait : Partai Bintang Mercy Gelar Bulan Bakti

Sandiaga yang datang langsung ke Pondok Pesantren Hidayatullah, juga melakukan tatap muka virtual bersama anak-anak yatim dari daerah-daerah lainnya.

Sandiaga menyapa, juga memberikan motivasi agar para anak yatim itu, terus semangat untuk bisa menggapai cita-cita dengan menempuh pendidikan setinggi-tingginya.

Berita Terkait : Mantap, Peringkat Soekarno-Hatta Naik Lagi Di Daftar Bandara Terbaik Dunia

“Dari Aceh dulu, peu haba (apa kabar)? Gimana cita-citanya ke depan?” tanya Sandiaga, sedikit menggunakan bahasa Aceh, saat bertanya ke penerima beasiswa dari Aceh.

“Menjadi ustazah, eh ustad,” jawab Hijul Munawar, seorang yatim dari Aceh.
 Selanjutnya