Sebelumnya
Ali Shihabi, analis Saudi yang akrab dengan pemikiran kepemimpinan Saudi mengatakan, Saudi telah belajar dari pengalaman pahit bahwa AS tidak dapat diandalkan secara konsisten untuk mendapatkan dukungan.
Baca juga : Menko PMK Bentuk Tim DBON Untuk Pembinaan Olahragawan
“Kerajaan harus mengatasi kenyataan itu dan mengembangkan banyak hubungan kunci di dunia yang semakin multipolar. Itu adalah proses yang dimulai beberapa tahun lalu dan tidak dapat diubah,” terangnya.
Baca juga : Kerja Sama Pendidikan Indonesia-Brunei Makin Meningkat
Terlepas dari kondisi hubungan AS dan Saudi, sebagai Menlu baru, Qin memang tampak aktif menjalin hubungan dengan luar negeri. Ia baru saja menyelesaikan tur ke beberapa negara Afrika.
Baca juga : Prabowo-Imin Makin Lengket
Qin juga telah melakukan diskusi melalui telepon dengan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Belanda, Wopke Hoekstra, serta Menteri Luar Negeri Argentina, Santiago Cafierro. Qin tancap gas untuk mencapai target kerja sama ekonomi dengan negara sahabat.***
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.