RM.id Rakyat Merdeka - Amerika Serikat (AS) menyiapkan tambahan anggaran ratusan juta dolar AS untuk membendung pengaruh China secara global. Dana tersebut akan digunakan untuk proyek telekomunikasi, keamanan siber, dan perlindungan infrastruktur strategis di Amerika Latin, Afrika, dan Asia.
Berdasarkan dokumen internal Departemen Luar Negeri AS yang diperoleh Associated Press, Senin (27/7/2026), Gedung Putih mempertimbangkan anggaran hampir setengah miliar dolar AS untuk program tersebut. Namun, anggaran yang sudah dilaporkan kepada Kongres pada akhir pekan lalu mencapai 175,8 juta dolar AS atau sekitar Rp 3,2 triliun (kurs 1 dolar AS = Rp 18.080).
Dana itu akan digunakan untuk mengganti kabel telekomunikasi bawah laut yang sudah tua di kawasan Karibia dan Amerika Tengah.
Baca juga : Febby Rastanty, Koleksi 3 Medali Marathon Dunia
“Amerika Serikat harus menanggapi meningkatnya pengaruh ekonomi, teknologi, dan diplomatik Partai Komunis China di seluruh dunia yang merusak kepentingan nasional kita,” demikian isi dokumen tersebut.
Washington menilai, langkah ini penting untuk menjaga keamanan jaringan komunikasi, sekaligus mengurangi peluang keterlibatan China dalam proyek-proyek strategis.
Pemerintah AS selama ini menyuarakan kekhawatiran terhadap meningkatnya aktivitas China di kawasan Amerika. Kekhawatiran itu mencakup kepemilikan perusahaan China atas pelabuhan di sekitar Terusan Panama, proyek infrastruktur melalui Belt and Road Initiative (BRI), serta investasi Beijing di sektor telekomunikasi.
Baca juga : Kondisi Febrie Di Rutan KPK: Sarapan Bareng Tahanan Lain, Menunya Nasi, Bihun & Telor
Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS mengatakan, aktivitas ekonomi China di Belahan Barat berpotensi mengancam keamanan nasional dan kepentingan ekonomi Amerika.
Menurutnya, proyek yang ditawarkan China pada awalnya memang terlihat lebih murah. Tetapi dapat menjadi lebih mahal akibat pembengkakan biaya, ongkos pemeliharaan tersembunyi, dan kinerja yang dinilai tidak sesuai harapan.
Selain proyek kabel bawah laut, Departemen Luar Negeri AS juga menyiapkan lebih dari 340 juta dolar AS untuk lebih dari 50 program yang bertujuan menghadapi pengaruh China di berbagai negara.
Baca juga : Prabowo-Jokowi-SBY Duduk Berdampingan
Program tersebut mencakup pembentukan pusat keamanan siber di Argentina dan Belize, perlindungan infrastruktur di sejumlah negara Amerika Latin. Serta upaya membatasi pengaruh China di sektor pelabuhan, perikanan, dan sumber daya mineral.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.