Sebelumnya
Pendanaan itu diharapkan dapat mendukung berbagai proyek di El Salvador, Guatemala, Honduras, Nikaragua, dan Haiti.
Namun, AS tidak akan bekerja secara langsung dengan pemerintah Nikaragua, menurut dokumen tersebut.
Baca juga : Febby Rastanty, Koleksi 3 Medali Marathon Dunia
Program lain juga mencakup upaya menghadapi pengaruh China dalam proses pemilihan penerus Dalai Lama. Inisiatif ini bakal menggunakan teknologi khusus untuk memastikan komunikasi dan pengumpulan informasi dilakukan secara aman.
Selain itu, rencana tersebut juga diarahkan untuk mengurangi dukungan internasional terhadap program antariksa China. Serta menghadapi perusahaan-perusahaan asal Negeri Tirai Bambu yang berupaya mengekspor teknologi pengawasan dan penyensoran ke berbagai negara.
Baca juga : Kondisi Febrie Di Rutan KPK: Sarapan Bareng Tahanan Lain, Menunya Nasi, Bihun & Telor
Program yang diusulkan ini bertujuan menghidupkan kembali sejumlah inisiatif yang sebelumnya ditangguhkan akibat pemangkasan anggaran besar-besaran oleh Departemen Efisiensi Pemerintah yang dipimpin Elon Musk.
Seorang pejabat senior AS membenarkan adanya rencana peningkatan pendanaan untuk menghadapi China. Namun, dia menegaskan banyak proposal masih dalam tahap pembahasan.
Baca juga : Prabowo-Jokowi-SBY Duduk Berdampingan
Rencana anggaran ini muncul meski Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping masih berupaya menjaga hubungan bilateral. Keduanya dijadwalkan bertemu pada September mendatang. MEL
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Rabu, 29 Juli 2026 dengan judul "Lewat Proyek Telekomunikasi Bendung Pengaruh China, AS Siapkan Dana Triliunan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.