BREAKING NEWS
 

Inggris Minta Dewan HAM Atasi Pelanggaran Di Myanmar, China, Belarusia, Dan Rusia

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Selasa, 23 Februari 2021 21:52 WIB
Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab (Foto: PA)

 Sebelumnya 
Ia menambahkan, di Rusia, kami menghadapi situasi yang benar-benar mengerikan dan mengejutkan dari Anggota Tetap Dewan Keamanan PBB.

"Sungguh memalukan bahwa Alexey Navalny, yang juga menjadi korban kejahatan keji, kini telah dijatuhi hukuman atas tuduhan yang tidak masuk akal. Perlakuan terhadap Navalny dan kekerasan yang dilakukan terhadap pengunjuk rasa damai, semakin memperkuat kekhawatiran dunia bahwa Rusia gagal memenuhi kewajiban internasionalnya" ujar Raab.

Baca juga : Malaysia Bikin Deg-degan Masyarakat Internasional

"Karena itu, saya menyerukan kepada anggota Dewan lainnya untuk mempertimbangkan apakah tindakan Rusia sejalan dengan kewajiban HAM internasional, dan nilai-nilai yang kami tuju dan telah kami janjikan untuk dijunjung," imbuhnya.

Raab juga memberi informasi terbaru kepada anggota dan pengamat Dewan, tentang langkah-langkah substantif yang telah diambil Inggris untuk mengatasi masalah ini dan mendesak negara lain untuk mengikutinya. Termasuk, pengenalan pembatasan bisnis untuk memutus rantai pasokan yang menggunakan kerja paksa di Xinjiang. Serta menerapkan sanksi terhadap Alexander Lukashenko, tiga anggota rezim militer Myanmar, dan mereka yang bertanggung jawab atas tindakan peracunan terhadap Alexey Navalny.

Baca juga : Kasus Korupsi Pembangunan Stadion Mandala Krida, KPK Geledah 2 Perusahaan

Pidato Menteri Luar Negeri disampaikan saat Inggris kembali ke Dewan Hak Asasi Manusia yang berbasis di Jenewa sebagai anggota pemungutan suara. Sebagai anggota terpilih dari Dewan, Inggris Raya akan fokus pada dukungan aksi untuk pendidikan bagi anak-anak perempuan, memperjuangkan kebebasan beragama dan berkeyakinan, membela kebebasan media, dan menjadi pembela yang bersemangat untuk nilai-nilai demokrasi liberal.

Pada sesi yang berlangsung dari Senin 22 Februari hingga Selasa 23 Maret, Inggris akan memimpin resolusi tentang Suriah. Menandai peringatan kesepuluh konflik tersebut.  Terhadap situasi di Sri Lanka, Inggris mendesak kemajuan dalam pertanggungjawaban pasca-konflik, rekonsiliasi dan HAM. Sementara di Sudan Selatan, Inggris terus berupaya mengatasi situasi HAM dan mendukung perjanjian perdamaian yang direvitalisasi. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense