RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri Dominic Raab meminta Dewan Hak Asasi Manusia PBB, untuk menangani pelanggaran hak asasi manusia sistematis yang terjadi di Myanmar, China, Belarusia dan Rusia.
Saat berpidato di Sesi ke-46 Dewan Hak Asasi Manusia PBB yang berlangsung hari ini, Rabu (23/2), Raab mengkritisi situasi di Xinjiang, China yang dinilai sangat mengkhawatirkan. Pelanggaran HAM berupa penyiksaan, kerja paksa dan sterilisasi paksa terhadap perempuan di wilayah tersebut, dinilai sangat ekstrim dan ekstensif. Hal-hal tersebut terjadi dalam skala industri.
Baca juga : Malaysia Bikin Deg-degan Masyarakat Internasional
"Mekanisme PBB harus merespon. Saya ulangi, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, atau ahli pencari fakta independen lainnya, segera diberikan akses yang tidak terbatas ke Xinjiang," kata Raab dalam pidatonya.
Setelahnya, Raab menyoroti situasi di Belarusia. Pemilihan Presiden yang dicurangi tahun lalu dan tindakan sewenang-wenang Presiden Lukashenko terhadap mereka yang menginginkan perubahan, telah mengakibatkan krisis HAM di negara tersebut.
Baca juga : Kasus Korupsi Pembangunan Stadion Mandala Krida, KPK Geledah 2 Perusahaan
"Tidak ada cara lain untuk menggambarkannya. Dewan ini harus melanjutkan penyelidikan komprehensif atas pelanggaran HAM. Termasuk, tuduhan penyiksaan, perlakuan kejam yang tidak manusiawi dan merendahkan martabat. Inggris akan mendukung prakarsa untuk mempertahankan Belarusia dalam agenda Dewan selama diperlukan, dan sampai rakyat Belarusia dapat menikmati hak-hak demokratis dan kebebasan fundamental mereka," papar Raab.
Raab juga memberikan pandangannya, mengenai situasi di Myanmar. Menurutnya, pelanggaran dan pelecehan telah terdokumentasi dengan jelas, termasuk penahanan sewenang-wenang dan pembatasan yang kejam atas kebebasan berekspresi. Krisis ini menyebabkan peningkatan risiko bagi Rohingya dan etnis minoritas lainnya.
Baca juga : Anggota Komisi IX DPR Minta Evaluasi PPKM Mikro Berbasis Data
"Militer harus menyingkir. Para pemimpin sipil harus dibebaskan. Dan keinginan demokratis rakyat Myanmar harus dihormati. Itulah mengapa pada sesi ini, kami akan kembali mensponsori bersama resolusi yang memperbarui mandat Pelapor Khusus untuk Myanmar. Sehingga, dia dapat melanjutkan pekerjaan pentingnya," ujar Raab.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.