Tausiah Politik
Sebelumnya
Dengan kata lain, ajaran agama tidak hadir untuk memasok daerah terlarang di dalam wilayah otonomi manusia. Apa yang dipilih khusus Tuhan sebagai sesuatu yang haram sesungguhnya bukan kepentingan Tuhan atau Tuhan dengan sengaja akan membatasi kebebasan umat manusia. Namun sekali lagi, yang paling ideal ialah halalan thayyibah yang memperhatikan aspek keberkahan warga sendiri.
Perintah dan larangan Tuhan untuk manusia demi untuk manusia itu sendiri. Institusi haram diadakan dalam jumlah yang amat terbatas dibanding dengan yang dihalalkan. Setiap larangan (Baca haram) pasti ada kemudlaratan bagi kemanusiaan jika hal itu dilanggar. Hanya saja ada yang Tuhan beritahukan hikmah pelarangan, ada juga yang dirahasiakan. Manusia cerdas dan berfikiran normal dengan mudah dapat mengetahui dan membenarkan hikmah di balik kehalalan dan keharaman.
Baca juga : Antara Hijriyah Dan Masehi (2)
Sebagai contoh, kewajiban dan anjuran yang ditetapkan Tuhan untuk mengumpulkan harta kekayaan, sebagaimana telah diuraikan dalam sejumlah artikel terdahulu, selain itu memang penting untuk yang bersangkutan juga penting untuk kemaslahatan masyarakat.
Baca juga : Antara Hijriyah Dan Masehi
Kewajiban zakat dan anjuran shadaqah, infak, jariyah dll, sebagai standard minimum yang harus dikeluarkan umat Islam atas perintah agamanya, dengan mudah dapat difahami akal sehat. Sebaliknya segala sesuatu yang dilarang untuk dilakukan seperti usaha riba, risywah (sogokan), dll, sebagaimana telah diuraikan dalam artikel-artikel terdahulu, dengan mudah akal sehat juga menerimanya. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.