BREAKING NEWS
 

Menggagas Fikih Siyasah Indonesia (36)

Mengedepankan Kalimatun Sawa

Jumat, 30 Juni 2023 06:00 WIB
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
2) Al-Musawa, yaitu prinsip persamaan. Islam memperkenalkan asas peradabannya dengan prinsip persamaan (al-musawa).

Baik sebagai sesama makhluk biologis, sesama pewaris sejarah peradaban masa lalu, dan bentuk-bentuk persamaan lainnya.

Islam selalu atau lebih sering mengedepankan prinsip persamaan (principle of identity) ketimbang prinsip perbedaan (principle of negation). Prinsip persamaan ini didasari oleh banyak ayat antara lain Q.S. S. aal-Hujurat/49:13).

3) Al-Tasamuh, yaitu prinsip toleransi. Islam bukan hanya mewacanakan toleransi sebagaimana banyak disinggung di dalam Al-Qur’an, antara lain Q.S. al-Kafirun/109:1-6), tetapi juga dipraktekkan dalam lintasan sejarah umat Islam di berbagai negara, dari dulu sampai sekarang.

Baca juga : Mengeliminir Ketegangan Isu Mayoritas-Minoritas

Tidak kurang dari 15 kali kata Nashara (Kristen) dan 10 kali kata Yahudi disebutkan di dalam Al-Qur’an. Bahkan, agama-agama minoritas non Abrahamic Religion seperti Al-Shabi’in.

Ini semua menggambarkan adanya spirit toleransi di dalam perkembangan kebudayaan dan peradaban Islam.

4) Al-Musyawarah yang sudah menjadi bahasa Indonesia (musyawarah) yang tidak lain maknanya adalah demokrasi

Yaitu, memberi kesempatan secara terbuka kepada semua pihak mengedepankan pendapatnya secara merdeka, tanpa harus khawatir sedikit pun kepada siapa pun, karena prinsip demokrasi ini sesuai dengan anjuran Allah SWT di dalam Q.S. Ali ‘Imran/3:159.

Baca juga : Mencetak Khairah Ummah

Allah SWT juga memberi contoh dengan berdialog dengan para malaikat tentang rencana penciptaan amnesia (Q.S. al-Baqarah/2:30 dst), berdialog dengan Iblis (Q.S. al-Hijr/15:32), dan manusia (Q.S. al-A’raf/7:172).

5) Al-Mu’awanah, yaitu prinsip tolong menolong atau gotong royong. Perinsip ini didukung banyak seruang di dalam Al-Qur’an dan hadis. Antara lain, Q.S. al-Maidah/5:2.

Kelima asas ini menjadi faktor mudahnya diterima tawaran peradaban Islam di dalam dunia internasional.

Gagasan-gagasan cerdas yang dipromosikan lembaga-lembaga kemanusiaan internasional, khususnya oleh Perserikatan Bangsa-bangsa sesungguhnya amat sejalan dengan prinsip-prinsip etika politik Islam.

Baca juga : Politik Santun

Tidak heran, jika lembaga internasional yang amat berpengaruh ini sering mengutip ayat atau pendapat-pendapat ulama Islam, seperti mengutip pemikiran Imam Syafi'i tentang konsep berta’aruf antar bangsa.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense