BREAKING NEWS
 

Teologi Lingkungan Hidup (55)

Belajar dari Kosmologi Hindu (3)

Jumat, 10 November 2023 01:20 WIB
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Pemahaman semacam itu hanya bisa terjadi melalui pengalaman pribadi atau melalui ilmu hudhuri (knowledge by present), tidak bisa dengan analisis melalui deduksi akal (ilmu hushuli/knowledge by correspondent). Inilah yang disebut di dalam Upanisad:

Baca juga : Belajar dari Kosmologi Hindu (2)

Tidak bisa dilihat dengan mata, kata-kata tidak dapat menjelaskan-Nya. Dia tidak dapat diungkapkan dengan perasaan, atau ketegangan, atau penampilan ritualistis. Dengan kelembutan hati dan kesucian pikiran Dia dapat dilihat melalui keheningan kontemplasi. Ketika sang arif menemui Yang Maha Esa ini kemudian menyatukan dengan dirinya maka ia akan menjadi (menyatu) dengan segalanya. Apa yang khawatirkan dan apa yang dicemaskan tidak akan pernah menghampiri dirinya.

Baca juga : Belajar dari Kosmologi Hindu (1)

Jika seseorang sudah sadar terhadap hanya ada satu wujud dan itu adalah dirinya, ketika orang itu dengan tegas manyatakan” Aku adalah Dia”, apakah kesensaraan masih akan mendera dirinya? Ketika seseorang berjumpa dengan Tuhan (Atma), yang tak lain adalah dirinya sendiri, Tuhan Yang Maha Esa, Dia berkuasa untuk segala hal, maka rasa takut sudah tidak ada lagi.

Baca juga : Semua Benda Mempunyai Emosi: Burung (2)

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak edisi Jum'at, 10 November 2023 dengan judul "Teologi Lingkungan Hidup (55), Belajar dari Kosmologi Hindu (3)"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense