Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Teologi Lingkungan Hidup (52)

Semua Benda Mempunyai Emosi: Burung (2)

Selasa, 7 November 2023 00:20 WIB
Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Selain burung Hud-hud sebagaimana diuraikan dalam artikel terdahulu, burung Ababil juga diabadikan di dalam Al-Qur’an sebagai burung yang dipercaya oleh Allah SWT untuk menghukum hambanya yang tingkat kedhalimannya melampaui batas. Raja Abrahah sang penguasa Yaman malang melintang menghalalkan segala cara untuk mencapai cita-cita dan keinginannya. Salahsatu ambisinya ialah ingin memindahkan Ka’bah suci ke negerinya untuk menggaet para peziarah spiritual. Ia menghayal kalua Ka’bah dipindahkan ke Yaman maka akan menjadikan negerinya kaya raya karena menguasai pusat peribadatan. Akan tetapi yang terjadi adalah kehendak Sang Pemilik Ka’bah memproteksi “rumah-Nya” untuk tidak disentuh dan dikuasai oleh orang dhalim seperti Raja Abrahah. Yang terjadi berikutnya ialah seperti yang dinyatakan dalam ayat:

Baca juga : Semua Benda Mempunyai Emosi: Burung

“Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat)”. (Q.S. al-Fil/105:3-5).

Baca juga : Semua Benda Mempunyai Emosi: Ikan (2)

Burung Ababil (Thair Ababil) dijadikan salahsatu bahan cerita di dalam Al-Qur’an. Dalam penafsiran tradisional sering diartikan sebagai burung-burung yang diutus Tuhan untuk menggempur pasukan Raja Abrahah, bisas disebut dengan pasukan gajah karena mereka mengendarai gaja. Mereka bermaksud jahat terhadap ka’bah. Belum sampai maksudnya terwujud maka pasukan burung Ababil menyerbu mereka dengan cara melemparkan bebatun yang menyebabkan mereka mati bergelimpangan. Mengerikan sekali karena yang tersisa adalah tulang belulang. Dilukiskan di dalam Al-Qur’an dengan “bagaikan dedaunan yang dikuyah lalu dimuntahkan” berarti hancur berantakan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.