BREAKING NEWS
 

Teologi Lingkungan Hidup (97)

Belajar dari Ekosistem Sapi

Jumat, 29 Desember 2023 05:55 WIB
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Surah al-Baqarah seperti mendemonstrasikan betapa keras kepalanya bani israil. Seteleh mereka semakin terpojok dengan jawaban-jawaban pertanyaannya sendiri, masih saja mencari cela pertanyaan. Yang mereka pertanyaan ialah: Hakekat wujud sapi itu seperti apa? Dijawab: Belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula untuk mengairi tanaman, tidak bercacat, tidak ada belangnya).

Dalam waktu yang bersamaan, ada seorang anak yatim yang didhalimi oleh keluarga dekatnya sendiri. Harta kekayaan di ambil kakak-kakaknya yang lebih tua, sementara si anak bungsu yang masih kecil hanya diberi seekor anak sapi. Si anak yatim yang diasuh kakeknya hidup dengna penuh keterbatasan.

Baca juga : Belajar Dari Ekosistem Gajah

Anak sapi dipeliharanya itu kemu­dian semakin hari semakin menunjukkan kekhususan, dari segi warna dan prilakunya. Nabi Musa menasehati keluarga itu agar jangan menjual sapinya sekarang tetapi tunggu sampai tumbuh agak lebih besar, karena sapi ini akan dicari orang dan akan dibeli mahal.

Sapi yang dicari oleh keluarga Bani Israil ialah sapi peliharaan anak yatim tadi. Sapi ini dibeli sangat mahal, lebih mahal dari harta yang dikorup oleh kakak-kakaknya.

Baca juga : Belajar dari Ekosistem Unta (2)

Sapi ini disembelih, lalu ekornya digunakan untuk memukulkan seorang orang kaya yang dibunuh oleh kemanakannya sendiri karena tergila-gila dengan harta warisan pamannya.

Setelah menunjuk si pem­bunuhnya maka ia mati kembali. Orang yang tergila-gila dengan harta warisan dengan membunuh pamannya ditahan dan dipenjara.

Baca juga : Belajar dari Ekosistem Unta (1)

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat, 29 Desember 2023 dengan judul "Teologi Lingkungan Hidup (97) Belajar dari Ekosistem Sapi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense