BREAKING NEWS
 

Menggapai Kesejukan Beragama (35)

Mengukur Dosis Deradikalisasi (2)

Sabtu, 2 November 2019 08:19 WIB
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Hal lain yang mungkin perlu dicermati ialah pernyataan sejumlah Menteri yang secara terbuka menyatakan sikap tegas terhadap kelompok radikal yang seolah-olah diadreskan kepada umat Islam.

Sebaiknya pejabat yang berbicara di depan publik muslim tidak tendensius menyatakan perang terhadap kelompok radikalisme. Masih banyak umat Islam yang memperdebatkan akronim deradikalisasi.

Apakah umat Islam atau umat beragama lain tidak berhak membela dan mempertahankan marwah ajaran agama yang dianutnya?

Baca juga : Mengukur Dosis Deradikalisasi (1)

Sebagai contoh, pernyataan Menteri Agama yang terekam berkali-kali di media menyatakan dirinya bukan Menteri Agama Islam tetapi Menteri Agama pada semua agama.

Adsense

Ia juga sudah menyatakan akan menindak tegas para muballig keras dan mengingatkan masyarakat akan bahaya radikalisme. Itu memang benar tetapi mungkin lebih bijak jika tidak diungkapkan tetapi dilaksanakan.Lebih baik kita merangkul daripada dijauhi orang banyak.

Di sinilah pentingnya Kementerian Agama memiliki Humas yang baik untuk merangkul semua umat, aliran, dan mazhab.

Baca juga : Mengelola Bahasa Agama (2)

Dosis deradikalisasi yang berlebihan bisa menjadi kontradiktif. Apalagi jika radikalisme diadreskan kepada mereka yang gigih berjuang untuk membela marwah ajaran agamanya. Banyak orang yang tertuduh kelompok radikal padahal ia tidak merasa radikal.

Seiring dengan derasnya arus deradikalisasi ada baiknya ”Kelompok Radikal” didefinisikan secara jelas agar tidak tampil sebagai akronim jebakan kepada kelompok tertentu.

Kasihan umat Islam yang selalu hidup di bawah bayang-bayang berbagai akronim menakutkan. Cukuplah di zaman terdahulu umat Islam dihadang dengan berbagai akronim menakutkan seperti ”Komando Jihad”, ”Kelompok Ekstrim”, ”NII”, dan sebagainya.

Baca juga : Mengelola Bahasa Agama (1)

Kelompok garis keras juga hendaknya tidak seenaknya mengklaim kebenaran sepihak atas nama Islam karena itu bisa berarti penyanderaan Islam. Banyak sekali perilaku segelintir muslim menyebabkan citra Islam ternodai. Kecurigaan antar sesama warga bangsa perlu dihindari karena hal itu pasti merugikan semua pihak.***

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense