BREAKING NEWS
 

Diplomasi Dewa Wisnu

Senin, 25 Maret 2019 10:27 WIB
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
Dalang Wayang Politik

 Sebelumnya 
Strategi untuk memenangkan pertempuran, Kresna menawarkan kepada Duryudono dua opsi pilihan. Pertama memberikan bantuan logistik dari seribu kerajaan. Sedangkan opsi kedua menawarkan Kresna seorang diri.

Duryudono mulai menghitung jumlah logistik yang akan didapat jika dibantu oleh seribu raja. Patih ada dua, sehingga akan mendapat kekuatan seribu raja dan dua ribu patih. Belum lagi para tumenggung dan senopati.

Baca juga : Ampuhnya Aji Candrabirawa

Jika ditotal bisa mencapai kekuatan sepuluh ribu pendukung dalam menghadapi perang melawan Pandawa. Dibanding memilih satu raja Kresna sendiri. Duryudono sudah mantap untuk memilih dukungan logistik seribu raja.

Di sisi lain, Puntodewa memilih opsi Kresna seorang diri untuk menjadi penasihat perangnya. Puntodewa berpikir jernih dan hati-hati, sehingga dengan memilih Kresna kemenangan sudah di tangan. Daripada memilih dukungan seribu raja yang belum jelas kekuatannya.

Baca juga : Ambisi Pembangunan Jalan Tol Giyantipura

Keputusan Duryudono memilih seribu kerajaan membuat gusar Baladewa. Duryudono dianggap tidak waskita dalam membuat keputusan strategis. Sejak awal posisi Baladewa raja Mandura memihak ke Klan Kurawa. Tetapi dengan tidak memilih Kresna, kekalahan Kurawa tinggal menunggu waktu.

Sebagai ungkapan kekesalan atas keputusan Duryudono, Baladewa memilih abstain dalam Baratayuda. “Wah kok mirip dukungan para pengusaha kemarin Mo, yang satu klaim dapat dukungan sepuluh ribu pengusaha dan satunya lagi dapat dukungan seribu,” komentar Petruk sambil cengengesan.

Baca juga : Total War’ Wangsa Gorawangsa

Semar hanya mesem menanggapi komentar Petruk. Bukan zamannya lagi  banyaknya kerumunan massa dipakai sebagai ukuran suksesnya kampanye. Di era digital sekarang ini, yang diperlukan adalah keahlian dalam komunikasi dan diplomasi.

Keahlian seorang pemimpin dalam komunikasi dan diplomasi dapat memberikan ketenangan dalam berpikir dan bertindak. Sehingga melahirkan pemimpin waskita dan bijaksana. Pemimpin waskita mampu melindungi proses demokrasi dari berita-berita hoaks, fitnah, dan ekstremisme online. Oye. ***

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense