RM.id Rakyat Merdeka - Sebelumnya, mahasiswa berkoar-koar akan menggelar demo akbar mendesak Presiden Jokowi mengeluarkan Perppu KPK, hari ini.
Tapi, rencana itu dibatalkan. Mungkinkah para mahasiswa insyaf? Semoga saja mereka juga tidak demo saat pelantikan presiden dan wapres, 20 Oktober nanti.
Akhir pekan ini, beredar kabar hari ini para mahasiswa akan kembali turun ke jalan. Sebuah pesan berantai mengenai rencana aksi itu sudah menyebar luas, sejak akhir pekan kemarin.
Isinya, menyatakan ribuan mahasiswa dari berbagai daerah akan kembali turun ke jalan mendesak Presiden Jokowi mengeluarkan Perppu KPK.
Pesan berantai itu mengatasnamakan BEM Seluruh Indonesia (SI). Di situ? dirinci akan ada 2.050 ma hasiswa dari 23 universitas di Jakarta dan 420 orang dari Bekasi yang akan melakukan unjuk rasa.
Aksi itu disebut akan dilaksanakan mulai jam 9 pagi. Sasarannya, Gedung DPR dan Istana Presiden.
Baca juga : Daripada Disusupi Teroris, Mahasiswa Ngaso Saja Ya
Koordinator wilayah Jabodetabek BEM SI, Erfan Kurniawan, menepis kabar rencana aksi itu.
Dia bilang, dari hasil konsolidasi disepakati BEM SI se-Jabodetabek dan Banten tidak akan menggelar demonstrasi, hari ini.
Menurut mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini, rapat konsolidasi memutuskan, aksi memang bakal ada. Tapi tidak hari ini.
“Kalau ada yang turun dipastikan, bukan dari BEM SI,” kata Irfan, kemarin.
Presiden BEM Trisakti, Dino Ardiansyah, menyampaikan hal serupa. Dia memastikan, aksi akan terus berlanjut tapi tidak digelar hari ini.
“Kapan kami akan aksi lagi, akan diputuskan besok (hari ini). Kalau hari Senin, kayaknya kami tidak akan aksi,” kata Dino, saat di hubungi, kemarin.
Baca juga : Antisipasi Demo Hari Ini, Sejumlah Rute Transjakarta Dialihkan
Dino hanya menyebut, jika Presiden sudah komunikasikan dengan berbagai perguruan tinggi, sudahlah.
"Mari kita bedakan area perdebatan, jangan lagi di jalan,” kata Moeldoko, Kamis lalu.
Pengamat Politik dari ETOS Indonesia Institute, Iskandarsyah, bersyukur dengan keputusan mahasiswa yang tak akan turun aksi hari ini. Artinya, ma hasiswa sudah insyaf.
Mereka tidak ngotot lagi. Jokowi tak juga mengeluarkan Perppu KPK, baru pihaknya turun ke jalan.
Pelaksanaannya bisa sebelum pelantikan Presiden 20 Oktober, saat pelantikan, atau setelah pelantikan. Mahasiswa Atmajaya juga memastikan tidak akan aksi.
“Tidak akan ada aksi dari kami besok (hari ini, red),” kata Natado Putrawan, mahasiwa yang tergabung dalam elemen Border Rakyat di YLBHI, Jakarta Pusat, kemarin.
Baca juga : Mahasiswa Dibangunin Siapa
Pihak Istana menghormati keputusan mahasiswa ini. Pihak Istana juga memas tikan tidak pernah melarang aksi unjuk rasa. Yang penting, dalam pelaksa naannya berlangsung tertib dan tak mengganggu kepentingan umum.
“Demo untuk tuntutan apa pun diimbau agar dilakukan secara konstitusional sesuai aturan yang berlaku, agar tidak me rugikan masyarakat,” kata Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Adita Irawati, lewat pesan singkat, kemarin.
Sebelumnya, Moeldoko berharap, tidak ada demo mahasiswa saat pelantikan Presiden. Moeldoko berharap, aspirasi mahasiswa disampaikan melalui forum akademik.
“Masyarakat sudah happy dengan kondisi sekarang. Jangan ada ribut terus mengganggu situasi. Kita “Sebab, aksi sekarang memang bahaya. Karena rawan disusupi penumpang gelap,” ucapnya, tadi malam.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.