RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara menyatakan daftar penerima bantuan sosial (bansos) yang diberikan Gubernur DKI Anies Baswedan kedaluwarsa alias basi. Akibatnya, tumpang tindih. Ada yang dapat bantuan dobel dari Kemensos dan Pemprov DKI. Ada juga yang harusnya kebagian, tapi malah tidak.
"Yang sekarang kita gunakan data penerima bansos diberikan oleh Gubernur DKI (Anies). Tapi, ternyata data lama. Sebab, penerimanya banyak yang sama dengan data penerima bantuan sembako dari Pemprov DKI," ujar Juliari saat menggelar rapat kerja bersama Komisi VIII DPR, Rabu (6/5).
Baca juga : Data Bansos Covid-19 Bentrok, Muhadjir Tegur Keras Anies
Juliari menjelaskan, polemik bermula ketika Kemensos menerima aduan dari sejumlah pihak yang menganggap program bansos di wilayah ibu kota tidak tepat sasaran. Menindaklanjuti laporan tersebut, jajarannya memang menemukan banyak penerima bansos yang tidak tepat sasaran.
Menyikapi hal tersebut, Kemensos segera berkoordinasi dengan Pemprov DKI untuk menyelesaikan permasalahan data penerima bansos. Kemudian, Juliari berujar dalam waktu dekat Gubernur Anies menjanjikan akan memberikan data revisi agar penerima manfaat bansos sesuai fitrahnya.
Baca juga : Mensos Pastikan Bansos Sampai Ke Warga
Selaku regulator, Kemensos berupaya terus memperbaiki program bansos. Salah satunya, dengan memperbaharui data penerima bantuan agar lebih tepat sasaran di tahap berikutnya. Dikatakan Juliari, penyaluran bansos dari Kemensos sempat terhambat lantaran adanya masalah data.
Hingga Selasa (5/5), Kemensos baru menyalurkan bansos kepada 955.312 KK. “Sisanya masih ada sekitar 300 ribu KK yang menunggu data tambahan dari gubernur,” bebernya.
Baca juga : Kemenkop Akan Bantu Koperasi Dan UKM Yang Kena Dampak Corona
Kendati demikian, Mensos mengaku belum bisa memastikan data penerima bantuan apakah akan bertambah atau berkurang. Sampai saat ini, Kemensos masih menunggu data revisi yang dijanjikan Gubernur Anies. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.