Sebelumnya
Dia memastikan, Kemendikbud berhati-hati dalam menjalankan program ini. Soalnya, program ini melibatkan uang negara hingga ratusan miliar. Untuk itu, ia menekankan seleksi dilakukan secara objektif tanpa memandang asal organisasi.
"Dalam konteks implementasinya nanti juga sama. Keterlibatan Itjen dan juga organisasi yang nanti kita libatkan, seperti KPK juga penting untuk memastikan dana yang diberikan untuk peningkatan kualitas pendidikan," ungkapnya.
Dari Tanoto Foundation, mereka membantah menerima dana sebesar Rp 20 miliar dari Kemendikbud. "Kami tidak menerima," ujar Communications Director Tanoto Foundation, Haviez Gautama, kemarin.
Baca juga : Vakum Di Jagat Hiburan, Manohara Nyaman Jadi Relawan Satwa
Haviez menerangkan, Tanoto menginvestasikan dana pengembangan pendidikan melalui program PINTAR bernilai ratusan miliar rupiah. Pada 2018, Tanoto Foundation mengucurkan dana kontribusi untuk pendidikan sekitar Rp 111,1 miliar dan 2019 naik mejadi sekitar Rp 155 miliar untuk pengembangan pendidikan. "Jadi, kami bukan menerima, malah kami melakukan investasi untuk memajukan pendidikan," klaim dia.
Haviez menjelaskan, Tanoto Foundation memang dipilih Kemendikbud menjadi salah satu pelaksana program organisasi penggerak (POP). "Program yang kami jalankan ini bukan karena kami terpilih menjadi organisasi penggerak lantas membuat program. Program PINTAR punya kami sudah berjalan bertahun-tahun," tegas Haviez.
Melalui Program PINTAR Penggerak, Tanoto Foundation akan bekerja untuk membangun 260 sekolah penggerak. Sekolah itu terdiri dari 160 SD dan 100 SMP yang merupakan sekolah rintisan di empat kabupaten.
Baca juga : Operasi Jantung Aman Saat Pandemi, Ini Syaratnya
Haviez menegaskan, Tanoto Foundation bukanlah lembaga tanggung jawab sosial atau CSR dari Tanoto. Tanoto Foundation murni lembaga yang pembiayaannya berasal dari pemilik Tanoto Foundation. "Kami itu lembaga filantropi yang pembiayaannya bukan dari perusahaan, melainkan langsung dari pemilik," tandas dia.
Sementara, pihak Sampoerna Foundation belum memberikan respons kabar ini. Belum ada penjelasan atau bantahan atas bantuan dari Kemendikbud itu.
Di dunia maya, kabar ini sudah ramai. Banyak warganet mengecam pemberian dana hibah itu. "Kasih dana hibah ke konglomerat. Nadiem, jadi ini gebrakanmu?" tanya @fathurdoaibu.
Baca juga : Pergerakan Warga Di Masa Lebaran Diduga Jadi Penyebab
"Ampun deh....Mending dananya dipakai subsidi kuota internet dan biaya pendidikan untuk membantu rakyat disaat pandemi ini. Nadiem bantu korporasi. Mahasiswa tetap susah," sambar @LMND_Indonesia. "Daripada hibah diberikan kepada Sampoerna-Tanoto foundation. Lebih baik hibahkan ke guru-guru honorer," usul @sadar_cah. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.