Sebelumnya
Dari setiap kasus yang terdeteksi, ada target tracing yang harus dicari, dan ditemukan dari setiap kasus positif.
"Katakanlah, ada 15-30 kontak yang harus ditemukan. Kalau di antara mereka, ternyata ada yang positif Covid-19, maka harus ditelusuri lagi 15-30 kontaknya lagi. Demikian seterusnya," papar Prof. Tjandra.
Baca juga : Menaker: Jangan Ada PHK Karena PPKM Darurat
Semua kasus yang ditemukan itu, harus dapat diisolasi atau dikarantina untuk mendapatkan penanganan, dan memutuskan rantai penularan.
"Memang, dengan jumlah tes yang besar, akan ditemukan jumlah kasus yang lebih banyak. Ini membuat kita mendapatkan gambaran yang sebenarnya. Sehingga, kita dapat mengambil langkah tepat mengendalikan keadaan," papar mantan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan.
Baca juga : Di Karawang, Pelanggar PPKM Darurat Disidang Di Tempat
"Kalau masih banyak kasus yang tidak terdeteksi, penularan masih akan terus terjadi. Tidak kunjung terkendali, dan masih akan terus diperlukan pembatasan sosial yang ketat," tegasnya.
Untuk kriteria sistem pelayanan kesehatan dalam evaluasi PPKM darurat, performanya dapat dilihat dari keterisian tempat tidur (bed occupancy ratio/BOR) rumah sakit.
Baca juga : Perjalanan Unhas Lahirkan Alumni Unggul dan Berdaya Saing
Prof. Tjandra mengingatkan, angka BOR bisa fluktuatif. Tergantung banyaknya tempat tidur yang dikhususkan untuk pasien Covid-19.
"Sehingga kadang-kadang, kita perlu kritis membaca angka BOR. Selama hari-hari tingginya pasien Covid-19 sekarang ini, maka bukan hanya ruang rawat rumah sakit yang penuh, tetapi juga Instalasi Gawat Darurat (IGD). Orang terpaksa antre masuk IGD. Bukan lagi antre masuk RS," cetusnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.