Sebelumnya
“Ini kan datanya dari bawah ke atas. Dari RT sampai ke Kementerian Sosial. Tentu Ketua RT tahu siapa yang perlu dapat bantuan. Biasanya memang data itu berbeda dengan DTKS pusat. Sehingga solusinya adalah sinkronisasi data,” imbuh politisi PAN ini.
Apa tanggapan pemerintah? Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin mengapresiasi sejumlah usulan dari berbagai pihak. Artinya, keputusan Presiden diambil berbasis data. Dengan sejumlah usulan para pakar kesehatan dan epidemiolog.
Baca juga : Rakyat Senang Rakyat Tenang
“Jadi apa yang disampaikan presiden sudah selesai. Tapi dilonggarkan secara perlahan-lahan. Yang pelaksanaan itu berdasarkan kehati-hatian. Ini harus diapresiasi. Bagi presiden dalam memutuskan perpanjangan level 4 kan ada penyesuaian terkait aktivitas dan mobilitas masyarakat,” katanya.
Menurut Ngabalin, soal lockdown sudah lewat. Karena berbagai usulan untuk menangani pandemi sudan diterima presiden. “Terima kasih atas masukannya. Namanya juga alam demokrasi. Tapi dari berbagai usulan itu, presiden sangat independen,” ungkapnya.
Baca juga : PPKM Darurat, Stok Beras Di DKI Dipastikan Aman
Indonesia, kata dia, bisa bercermin dari Malaysia, Singapura, Italia, Prancis, maupun Amerika Serikat. Meski tidak lockdown, Ngabalin menyebut positivity rate mengalami tren penurunan. Namun, ia juga mengakui, upaya yang dilakukan pemerintah tidak akan berhasil tanpa peran masyarakat.
Soal bansos, Ngabalin menyebut datanya ada di Pemda. Soal siapa yang berhak menerima, pasti ketua RT lebih mengetahuinya. Sebab itu, pemerintah menerapkan PPKM Mikro. Salah satunya untuk mengetahui kedalaman masyarakat, siapa saja yang terdampak.
Baca juga : Tanpa PPKM Darurat, Kasus Aktif Covid-19 Di Jakarta Bisa Tembus 100 Ribu
“Ini semua diurus pemerintah. Karena alokasi anggarannya tidak kecil. Rp 55 triliun itu kan ada bantuan tunai, tidak bisa diberikan jika tidak ada di data. Ada PKH, sembako, kuota internet, subsidi listrik, dan seterusnya. Artinya pemerintah ada untuk rakyat,” tegasnya. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.