RM.id Rakyat Merdeka - Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi mengaku kerap berpindah-pindah sejak menjadi tersangka dan namanya Daftar Pencarian Orang (DPO) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Saya sering berpindah-pindah. Saya di Distrik 8, saya kadang hanya sekali dua kali di Darmawangsa dan kadang ke atas, Gadog,” kata Nurhadi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.
Nurhadi untuk bersaksi untuk perkara Ferdy Yuman yang didakwa merintangi penyidikan KPK. Ia melanjutkan, kebiasaannya berpindah-pindah setelah KPK menggeledah kediamannya di Jalan Hang Lekir, Jakarta Selatan, pada Kamis, 21 April 2016.
Baca juga : Curi Start Mudik Sudah Terjadi Di Mana-mana
Nurhadi berdalih cucunya mengalami trauma berkepanjangan akibat penggeledahan ini. Sejak itu, keluarganya terganggu dengan personel KPK yang terus menerus menguntit.
Jaksa KPK Wawan Yunarwanto bertanya alasan Nurhadi sampah pindah ke Kediri Jawa Timur setelah ditetapkan sebagai tersangka. “Kan proses (hukum)-nya di Jakarta, kenapa jauh-jauh ke Kediri?”
Nurhadi beralasan tinggal di Kediri bersama Rezky untuk mempersiapkan diri menghadapi proses hukumnya di KPK. Menurutnya, informasi penetapan sebagai DPO juga diketahui ketika tinggal di Gresik, Jawa Timur.
Baca juga : Kepala BNPB Sedih, Tempat Mainnya Semasa Muda Terkikis Abrasi
“Karena itu kan rumah saya dan saya merasa nyaman disitu, jadi kan enggak ada larangan mau di Kediri, Jakarta, kan itu terserah saya,” jawab Nurhadi.
Sejak tahu ditetapkan DPO, Nurhadi dan Rezky berniat ke Jakarta untuk menyerahkan diri. Namun Nurhadi diajak Rezky tinggal di Simprug Golf 17 Suites 1, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Selama tinggal di Simprug, Nurhadi berupaya menguatkan mental istri dan anak perempuannya bahwa dia akan menyerahkan diri ke KPK.
Baca juga : Eks Sekretaris MA Nurhadi Dituntut 12 Tahun Penjara
“Karena yang saya tinggal adalah perempuan-perempuan, saya kuatkan. Saya kasih pengertian dan itu saya ucapkan saya akan menyerahkan diri,” dalihnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.