Redaktur
RM.id Rakyat Merdeka - Entah sudah berapa tahun saya membiarkan pertemuan dinding dengan atap rumah, atau kalau dalam istilah pertukangan disebut ban-banan, rembes. Sehingga ketika musin hujan datang, dinding kamar sudah pasti basah dan lembab.
Istri pun selalu menyuruh saya agar segera memperbaiki bagian yang bocor. Ia takut kalau terlalu lama dibiarkan akan membuat tembok rapuh dan justru akan menambah biaya perbaikan yang mahal. Kondisi kamar pun kalau dilihat sekarang menjadi tidak sedap dipandang. Karena bekas aliran air hujan terlihat jelas dan jamur-jamur mulai bertebaran.
"Udah buruan ditambel, kelamaan malah nambah biaya baru rasa dah" kata istri. Namun, saya selalu beralasan malas naik ke atap. "Bentar lagi juga musim kering," tambah saya memberi alasan.
Baca juga : Ramadhan, Ya Masak-masak
Saya juga tidak mau menggunakan jasa tukang, karena memang mau melakukannya sendiri meskipun agak malas-malasan. Kepingin merasakan sensasi membetulkan talang air sendiri yang sebelumnya tidak pernah saya lakukan. Kata tukang-tukang yang pernah cerita ke saya, naik ke atap rumah dan membetulkan yang bocor secara mandiri itu sensasinya beda. Hal itu yang membuat saya penasaran dan kepingin mencobanya.
Dua hari sebelum masuk bulan Ramadhan kali ini, akhirnya saya memberanikan diri mencoba membetulkan atap yang rembes dan bocor. Semua alat dan kebutuhan untuk menambal atap yang bocor saya persiapkan dengan matang.
Kali ini saya masih menggunakan karpet talang air untuk menambal bagian yang bocor. Meskipun kalau mau yang awet ada seng galvanum yang bisa menjadi pilihan. Namun, karena kondisi anggaran yang terbatas akhirnya saya memilih jenis karpet saja. Pengaplikasiannya juga lebih mudah.
Baca juga : Pengalaman Jumatan di Tengah Pandemi
Untuk naik dan membetulkan atap yang bocor, tidak boleh asal-asalan, karena tidak hanya butuh keberanian tapi juga butuh kecermatan saat menginjak atap. Alih-alih kepingin atap rapi, justru bisa membuat retak dan berbahaya bagi diri sendiri kalau tidak hati-hati.
Memasang karpet talang air ini berbeda dengan bermain tiktok atau #berjemurchallange yang belakangan ramai. Butuh konsentrasi yang kuat dan alat pengaman bagi pemula. Jadi, kalau tidak punya keberanian tingkat tinggi, lebih baik pakai jasa tukang.
Dalam memasang karpet talang kali ini saya menggunakan reng baja ringin sebagai bantalan. Setelah itu karpet talang saya sekrup di reng tersebut. Kalau langsung dipaku di ban-banan, biasanya karpet cepat sobek. Apalagi kalau pemasangan terlalu renggang biasanya mudah tersapu angin.
Butuh hampir setengah hari untuk memasang karpet talang air sendiri. Ternyata, sensasinya memang beda. Meskipun harus menahan panas terik matahari, tapi saya merasa dimanjakan dengan pemandangan sekitar rumah yang selama ini hanya bisa saya lihat dari bawah.
Sekarang, jika hujan datang, saya sekeluarga pun tidak risau lagi. Air sudah tidak lagi rembes. Artinya, saya sukses memasang karpet talang air sendiri.
Alfian Sidik, Wartawan Rakyat Merdeka
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.