RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR Syariefuddin Hasan meminta pemerintah menurunkan harga BBM jenis Premium. Sebab, harganya saat ini mahal. Menurutnya, harga keekonomian premium saat ini Rp 6.000 per liter. Sedangkan Pertamina, masih menjual Rp 6.450 per liter.
"Komite Penghapusan Bensin Bertimbal juga sudah menyampaikan pandangan bahwa harga jual BBM Premium di Indonesia saat ini, terlalu mahal bila dibandingkan dengan negara-negara lain," kata Syarief, kemarin.
Dia memaparkan, dari harga BBM Premium saat ini Pertamina sudah mendapatkan keuntungan Rp 450 per liter. Bila dikalikan dengan 1 juta barrel per hari maka keuntungan Pertamina sebesar Rp 71,5 miliar per hari atau Rp 2,1 triliun per bulan.
Baca juga : Bantu UMKM di Tengah Pandemi, Langkah PLN Perlu Ditiru Instansi Lain
Selain keuntungan dari harga BBM Premium, Syarief Hasan mengungkapkan Pertamina mendapatkan keuntungan dari cost saving harga minyak dunia.
Harga minyak dunia saat ini turun hingga 35 dolar AS, sementara harga ICP 63 dolar AS per barel. Sehingga, total cost saving Pertamina Rp 13,1 triliun per bulan.
"Pemerintah atau Pertamina seharusnya jangan hanya menikmati keuntungan saja. Tetapi juga harus menurunkan harga BBM Premium," tegas Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Demokrat ini.
Baca juga : Bisa Kerek Inflasi, Syarief Hasan Minta Pemerintah Hati-hati Cetak Uang Baru
Syarief menuturkan, dengan mendapatkan keuntungan dari Premium, seharusnya Pertamina memberikan hibah untuk membantu UMKM. Bukan memberikan pinjaman. Selain itu, seharusnya, nilainya juga harus lebih besar.
Seperti diketahui, Pertamina berencana memberikan pinjaman mencapai Rp 100 miliar untuk membantu UMKM.
Syarief mengingatkan sesuai amanat Pasal 33 UUD NRI Tahun 1945, perekonomian Indonesia dibangun untuk kepentingan rakyat yang bersumber dari kekayaan alam Indonesia.
Baca juga : Sambil Bagi-bagi Sembako, Syarief Hasan Minta Warga Taati PSBB
"Sudah semestinya kebijakan pemerintah sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat Indonesia," pungkasnya. [QAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.