RM.id Rakyat Merdeka - Takdir lembaga survei tak beda jauh dengan seorang cowok di depan cewek matre. Bagi cewek matre, ada uang abang disayang, tak ada uang abang ditendang. Begitu juga nasib lembaga survei. Kalau nyenengin disayang, kalau nyakitin dibuang.
Fakta ini bisa kita lihat dari cara para pendukung capres, baik 01 ataupun 02, saat merespons hasil survei Litbang Kompas yang dirilis Rabu (20/3). Kubu 02 yang biasanya teriak-teriak tidak percaya hasil survei, tiba-tiba memuji-muji setinggi langit hasil survei. Sebaliknya, kubu 01 yang selama ini selalu sumringah melihat hasil survei, jadi berbalik menunjukkan sikap melow.
Memang, survei Litbang Kompas kali ini menyedot perhatian elite politik. Pasalnya, untuk pertama kalinya ada survei “kelas atas” yang menyebut selisih Jokowi-Ma’ruf dengan Prabowo-Sandi kian merapat. Hanya terpaut sekitar 11 persen. Padahal, hasil sejumlah lembaga survei lain seperti LSI Denny JA, SMRC dan Cyrus pada Februari dan Maret 2019 menyebut, selisih keduanya masih berada di kisaran 20 persen. Hanya Polmark yang memberikan hasil survei berbeda. Tapi, Polmark menyebut selisih Jokowi dan Prabowo juga masih lebar: 15 persen.
Baca juga : 3 Desa Dibantu Kemendes
Selain itu, hasil survei Kompas juga menyebutkan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf ada di bawah 50 persen. Padahal, hasil lembaga survei menyebut elektabilitas Jokowi-Ma’ruf ada di 55-58 persen. Hanya Polmark yang berbeda yaitu 40,4 persen.
Survei Kompas terbaru ini digelar 22 Februari-5 Maret 2019. Mengutip harian Kompas, survei dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan melibatkan 2.000 responden yang dipilih secara acak melalui pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi di Indonesia, dengan tingkat kepercayaan 95 persen, dan margin of error +/- 2,2 persen. Hasilnya, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf 49,2 persen, sementara Prabowo-Sandi 37,4 persen. Yang belum memutuskan sekitar 14 persen.
Dari survei diketahui, elektabilitas pasangan nomor urut 01 mengalami penurunan. Sebaliknya, elektabilitas Prabowo-Sandi naik 4,7 persen. Pada survei Oktober 2018, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf 52,6 persen. Sedangkan Prabowo-Sandi 32,7 persen. Dengan demikian, selisih elektabilitas keduanya adalah 19,9 persen. Namun kini, selisih kedua pasangan hanya 11,8 persen.
Baca juga : PKB Makin Ngetop Di Kalangan Wong Cilik
Peneliti Litbang Kompas Bambang Setiawan mengatakan, penurunan elektabilitas 01 disebabkan oleh beberapa hal. Antara lain, turunnya kepuasan masyarakat terhadap kinerja bidang politik-keamanan, hukum dan sosial. Kepuasan masyarakat yang sebelumnya ada di angka 72,2 persen, kini anjlok menjadi 58,8 persen. Selain itu, terjadi perpindahan pilihan pada generasi tua (53-71) dan milenial matang (31-40). Sebanyak 58,1 persen generasi tua atau generasi baby boomers yang sebelumnya mendukung Jokowi-Ma’ruf, kini suaranya hanya 48,9 persen.
Pada generasi milenial matang, elektabilitas turun 9,1 persen. Padahal, kedua generasi itu adalah 48 persen dari total pemilih Jokowi-Ma’ruf. “Sehingga cukup mempengaruhi elektabilitas," kata Bambang, Rabu (20/3).
Dijelaskan, gejala beralihnya pendukung Jokowi-Ma’ruf ke Prabowo-Sandi, terutama ada di kelompok berpendidikan menengah dan tinggi. Pemilih berpendidikan rendah yang menjadi basis terbesar Jokowi-Ma’ruf juga berkurang. Selain tersedot ke Prabowo-Sandi, juga terdorong menjadi responden yang menjawab rahasia. Bertambahnya pemilih ragu, terutama di masyarakat kelas bawah, juga dinilai berpengaruh signifikan terhadap elektabilitas Jokowi-Ma’ruf.
Baca juga : Di Kandang Banteng, Puan Akan Melenggang
Bagaimana respons kedua kubu? Jokowi menanggapi santai hasil survei tersebut. Kata dia, hasil itu justru bisa mendorong para relawan dan mesin partai bekerja lebih militan. Sehingga, di sisa waktu satu bulan menjelang pencoblosan, tim harus banyak bekerja di akar rumput untuk merebut suara rakyat bawah.
“Survei ini banyak sekali, mungkin ada lebih dari 10. Semuanya kita pakai untuk evaluasi, untuk koreksi. Untuk memacu bekerja lebih baik lagi. Semua survei kita lihat. Sebagai bahan koreksi, sebagai bahan evaluasi," kata Jokowi usai bertemu dengan para caleg di Jakarta, Rabu (20/3).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.