RM.id Rakyat Merdeka - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) memberikan data pemilih secara utuh. Jika tidak, bakal banyak pemilih gaib.
Ketua Bawaslu Rahmat Bagja mengungkapkan, pemberian data utuh pemilih yang masuk dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) sangat penting. Tujuannya, agar Bawaslu bisa melakukan pengecekan sebelum KPU menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT).
“DPS kami tidak mau main-main. Bawaslu tidak main-main, karena ini berkaitan dengan pencetakan surat suara,” kata Bagja.
Baca juga : Tiba Dari Brasil, DDS Langsung Latihan
Bagja mengatakan, warga yang masuk ke dalam DPT harus benar-benar orang yang punya hak pilih. Karena itu, Bawaslu harus melakukan pengawasan untuk memastikan tidak ada orang yang tak memenuhi syarat yang masuk dalam DPT.
“Kami khawatir bakal banyak pemilih gaib. Bisa 100 orang kita tidak tahu makhluk dari mana, kemudian tiba-tiba ada di DPS. Itu bisa digunakan nanti suaranya,” ujarnya.
Bagja meminta KPU memberikan data pemilih kepada Bawaslu secara memadai. Sebab, KPU selama ini hanya memberikan data nama pemilih dan alamatnya tanpa nama jalan. Alhasil, petugas Bawaslu kesulitan melakukan pengecekan.
Baca juga : Bawaslu Kudu Tegur KPU
“Yang namanya misalnya Agus di satu RT itu bisa 10 orang loh. Itu kita kepontal-pontal (mencarinya),” ujarnya.
Selain data pemilih, kata Bagja, Bawaslu juga mengeluhkan kembali belum dibukanya akses Sistem Informasi Pencalonan atau Silon secara penuh. Pihaknya hanya diberi waktu 15 menit untuk mengakses Silon. Data yang ditampilkan untuk Bawaslu pun tidak lengkap.
“Cuma hanya 15 menit, tet tot, selesai, keluar (dari Silon) kita, kan repot. Jangan-jangan kita dianggap bukan penyelenggara oleh KPU,” kata Bagja.
Baca juga : Bawaslu Janji Awasi Dana Kampanye Peserta Pemilu
Dia menjelaskan, pihaknya juga tidak diperbolehkan memfoto sejumlah dokumen. Padahal, sebagai contoh, ketika ditemukan indikasi ijazah palsu bacaleg, Bawaslu harus menyertakan foto sebagai alat bukti untuk membuktikan temuan itu pelanggaran atau bukan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.