Sebelumnya
“Kalau paslonnya selalu menyerang, kelakuan timnya pasti sama. Itu yang sebenarnya kita sesalkan,” cetusnya.
Ketua Tim Hukum Edy-Hasan, Yance Aswin meminta kepolisian mengusut tuntas peristiwa ini. Menurut Yance, pelaku pelemparan botol plastik harus segera ditangkap, sehingga tidak memunculkan gangguan keamanan.
“Jika dalam 3 x 24 jam pelaku tidak ditangkap, maka relawan Edy-Hasan akan mencari keadilan. Ingat beliau ini Letjen. Bisa marah semua anak-anak purnawirawan itu,” tegasnya.
Ketua Tim Pemenangan Bobby Nasution-Surya, Hinca Panjaitan membantah pendukungnya yang melempari Edy Rahmayadi. Dia memastikan, para pendukung Bobby Nasution telah pulang ke rumah saat debat kedua berakhir.
Baca juga : Transmigrasi Jadi Kawasan Pertumbuhan Ekonomi Baru
“Kami pastikan semuanya taat aturan,” ujarnya.
Dia mengatakan, saat rapatdi Komisi Pemilihan Umum (KPU), pihaknya sepakat menjaga tata tertib, baik saat debat maupun setelah debat selesai.
“Dari kami tidak ada yang melakukan pelemparan dan intimidasi ke pendukung Paslon 2,” tegasnya.
Hinca justru merasa pihaknya yang menjadi korban kekerasan. Dia mengaku melihat peristiwa mobil Bobby dilempar batu oleh orang tidak dikenal usai debat. Hinca mengaku berada di mobilnya saat peristiwa tersebut terjadi.
Baca juga : Penderita AIDS Di DKI Tertinggi Di Indonesia
“Tapi kami tidak tahu siapa yang melempar,” katanya.
Dalam video terlihat mobil berwarna hitam yang ditumpangi Bobby meninggalkan lokasi debat. Saat hendak membelok dari Jalan Pengadilan ke Jalan Kapten Maulana Lubis, mobil Bobby diduga dilempar sekelompok orang.
Dalam rekaman video lain, terlihat sekelompok orang berdiri di simpang Jalan Pengadilan dan Jalan Kapten Maulana Lubis, tepatnya di depan Lapangan Benteng. Terlihat polisi juga berada di lokasi kejadian.
Mobil yang ditumpangi Bobby terlihat tetap berjalan bersama mobil rombongan lainnya. Kedua kelompok terlihat nyaris bentrok, namun terlihat polisi mencoba melerainya.
Baca juga : Si Ular Besar Kubur Mimpi The Gunners
KPU Sumut akan mendalami soal insiden dan kericuhan yang terjadi di tengah debat kedua Pilgub Sumut yang digelar di Santika Dyandra Hotel, Kota Medan. KPU akan meminta klarifikasi dari Paslon 01 dan Paslon 02.
“Kami konfirmasi seperti apa,” kata Ketua KPU Sumut Agus Arifin.
Agus pun mengimbau pada debat ketiga nanti, para pendukung bisa lebih tenang agar debat bisa berjalan lancar, dapat disaksikan masyarakat atau tamu di ruangan debat. Dia mengatakan, debat ketiga akan digelar pada 14 November 2024. “Supaya lebih nyaman,” jelasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.