Dark/Light Mode

Insiden Pasca Debat Kedua Cagub Sumut

Mobil Dilempar Batu, Calon Dilempar Botol

Jumat, 8 November 2024 07:20 WIB
Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara nomor urut 1 Bobby Nasution (kedua kanani) bersama Surya (kanan) dan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara nomor urut 2 Edy Rahmayadi (kiri) bersama Hasan Basri Sagala (kedua kiri) beradu gagasan saat mengikuti debat kedua Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara tahun 2024 di Medan, Sumatera Utara, Rabu (6/11/2024). (Foto: ANTARA FOTO/Yudi Manar/foc)
Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara nomor urut 1 Bobby Nasution (kedua kanani) bersama Surya (kanan) dan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara nomor urut 2 Edy Rahmayadi (kiri) bersama Hasan Basri Sagala (kedua kiri) beradu gagasan saat mengikuti debat kedua Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara tahun 2024 di Medan, Sumatera Utara, Rabu (6/11/2024). (Foto: ANTARA FOTO/Yudi Manar/foc)

 Sebelumnya 
“Kalau paslonnya selalu me­nyerang, kelakuan timnya pasti sama. Itu yang sebenarnya kita sesalkan,” cetusnya.

Ketua Tim Hukum Edy-Hasan, Yance Aswin meminta kepolisian mengusut tuntas peristiwa ini. Menurut Yance, pelaku pelemparan botol plastik harus segera ditangkap, sehingga tidak memunculkan gangguan keamanan.

“Jika dalam 3 x 24 jam pelaku tidak ditangkap, maka relawan Edy-Hasan akan mencari kea­dilan. Ingat beliau ini Letjen. Bisa marah semua anak-anak purnawirawan itu,” tegasnya.

Ketua Tim Pemenangan Bobby Nasution-Surya, Hinca Panjaitan membantah pendu­kungnya yang melempari Edy Rahmayadi. Dia memastikan, para pendukung Bobby Nasution telah pulang ke rumah saat debat kedua berakhir.

Baca juga : Transmigrasi Jadi Kawasan Pertumbuhan Ekonomi Baru

“Kami pastikan semuanya taat aturan,” ujarnya.

Dia mengatakan, saat rapatdi Komisi Pemilihan Umum (KPU), pihaknya sepakat men­jaga tata tertib, baik saat debat maupun setelah debat selesai.

“Dari kami tidak ada yang melakukan pelemparan dan in­timidasi ke pendukung Paslon 2,” tegasnya.

Hinca justru merasa pihaknya yang menjadi korban kekerasan. Dia mengaku melihat peristiwa mobil Bobby dilempar batu oleh orang tidak dikenal usai debat. Hinca mengaku berada di mobilnya saat peristiwa tersebut terjadi.

Baca juga : Penderita AIDS Di DKI Tertinggi Di Indonesia

“Tapi kami tidak tahu siapa yang melempar,” katanya.

Dalam video terlihat mobil berwarna hitam yang ditumpangi Bobby meninggalkan lokasi debat. Saat hendak membelok dari Jalan Pengadilan ke Jalan Kapten Maulana Lubis, mobil Bobby diduga dilempar sekel­ompok orang.

Dalam rekaman video lain, terlihat sekelompok orang berdiri di simpang Jalan Pengadilan dan Jalan Kapten Maulana Lubis, tepatnya di depan Lapangan Benteng. Terlihat polisi juga berada di lokasi kejadian.

Mobil yang ditumpangi Bobby terlihat tetap berjalan bersama mobil rombongan lainnya. Kedua kelompok terlihat nyaris bentrok, namun terlihat polisi mencoba melerainya.

Baca juga : Si Ular Besar Kubur Mimpi The Gunners

KPU Sumut akan mendalami soal insiden dan kericuhan yang terjadi di tengah debat kedua Pilgub Sumut yang digelar di Santika Dyandra Hotel, Kota Medan. KPU akan meminta klarifikasi dari Paslon 01 dan Paslon 02.

“Kami konfirmasi seperti apa,” kata Ketua KPU Sumut Agus Arifin.

Agus pun mengimbau pada de­bat ketiga nanti, para pendukung bisa lebih tenang agar debat bisa berjalan lancar, dapat disaksikan masyarakat atau tamu di ruangan debat. Dia mengatakan, debat ketiga akan digelar pada 14 November 2024. “Supaya lebih nyaman,” jelasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.