Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

7 Tahun Diterapkan, Sistem PPDB Keluar Dari Rel Tujuan

Andreas Hugo Pareira: Buat SMA Baiknya Pake Sistem Nilai

Rabu, 12 Juli 2023 07:30 WIB
Andreas Hugo Pareira, Anggota Komisi X DPR. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id
Andreas Hugo Pareira, Anggota Komisi X DPR. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id

RM.id  Rakyat Merdeka - Pelaksanaan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) saat ini, mendapat sorotan dari Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G).

Dalam catatannya, P2G menyarankan Kementerian Pendidi­kan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) meninjau ulang dan mengevaluasi sistem PPDB.

Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim mengatakan, evaluasiserta peninjauan ulang sistem PPDB sangat penting. Karena, kata dia, tujuan utama PPBD mulai melenceng dari relnya.

Baca juga : Satriwan Salim: Banyak Praktik Jual Beli Kursi Dan Pungli

"Seharusnya, PPDB adalah sistem yang bertujuan baik, untuk menciptakan pemerataan kualitas pendidikan," kata Satriwan, kemarin.

Dia menambahkan, setelah tujuh tahun kebijakan ini diterapkan, banyak masalah yang muncul. Antara lain, terdapat ke­curangan dalam penerimaan peserta didik.

“Menyedihkan, anak-anak yang seharusnya berhak masuk melalui jalur zonasi karena tinggal dekat dengan sekolah, justru terlempar dari sistem karena ada indikasi jual beli tempat,” tegasnya.

Baca juga : Andreas Hugo Pareira: Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Diatur UUD

Ada juga persoalan migrasi domisili Kartu Keluarga (KK) calon siswa ke wilayah sekitar sekolah favorit. Hal ini, lanjut Satriwan, umumnya terjadi di wilayah yang punya sekolah unggulan.

Modusnya, dengan memasukkan atau menitipkan nama calon siswa ke KK warga sekitar. "Kasus seperti itu, pernah terjadi di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, Jawa Timur dan Kota Bogor,"tandasnya, kemarin.

Lantas, bagaimana mengatasi persoalan tersebut? Berikut wawancara dengan Anggota Komisi X DPR Andreas Hugo Pareira mengenai hal ini.

Baca juga : Andreas Hugo Pareira: Ada Dua Kriteria Utama Cawapres

Bagaimana Anda melihat sistem PPDB saat ini?

Masalah utama PPDB adalah ke­senjangan antara sekolah tertentu yang berkualitas, dan sekolah pada umumnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.