Dark/Light Mode

Program Makan Siang Gratis Jadi Makan Bergizi Gratis

Firman Soebagyo: Tidak Bagus Kalau Sekadar Kenyang

Rabu, 29 Mei 2024 07:40 WIB
Firman Soebagyo, Wakil Ketua Umum Partai Golkar. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)
Firman Soebagyo, Wakil Ketua Umum Partai Golkar. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Program makan siang gratis menjadi andalan Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024. Banyak masyarakat tertarik duet ini, karena program itu.

Tetapi, Presiden terpilih Prabowo Subianto akan mengganti nama program makan siang gratis menjadi makan bergizi gratis. Alasannya, karena program tersebut kurang pas dengan kesehatan anak-anak di Indonesia. 

“Saya ingin sedikit koreksi ya. Setelah kita pelajari, ternyata istilah yang tepat itu makan bergizi gratis untuk anak-anak. Itu lengkapnya ya,” kata Prabowo dikutip dari YouTube tvOneNews, Kamis (23/5/2024).

Baca juga : Wapres Dorong Penerapan Sistem Transportasi Cerdas

Sementara, Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Budiman Sudjatmiko menuturkan, program itu berganti nama agar maksud pemberian makanan ini lebih jelas, yaitu perbaikan gizi. Selain itu, dengan berganti nama, pemberian makanan kepada masyarakat juga tidak dibatasi waktu.

Makan bergizi gratis bukan berarti rencana awal makan siang gratis itu tidak bergizi, cuma waktu makannya itu tidak dibatasi. Jadi ada dua kemungkinan, bisa diganti makan pagi untuk sarapan,” kata Budiman, Minggu (26/5/2024).

Pergantian nama itu menimbulkan spekulasi beragam. Ada yang menduga karena masalah anggaran, sehingga nama program itu diganti. 

Baca juga : Banteng Diramal Mau Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran

Tetapi, ada juga yang mendukungnya. Salah satunya, Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Firman Soebagyo. Firman menganggap pergantian nama itu sudah tepat. 

“Tujuan makan itu untuk meningkatkan mutu gizi anak. Kalau sekadar makan siang dan asal kenyang, tetapi gizinya tidak terpenuhi, kurang bagus juga,” terang Firman.

Politisi PDIP Chiko Hakim mencurigai, ada hitungan-hitungan yang meleset terkait anggaran, sehingga harus mengganti nama program. 

Baca juga : PKB Mulai Kampanyekan Kiai Marzuki Mustamar

“Jangan-jangan mau dikasih telur 2 butir sehari. Itu kan bergizi juga dan tidak melanggar apa yang disampaikan,” katanya.

Untuk lebih jelasnya, berikut wawancara dengan Firman Soebagyo  tentang pergantian nama makan siang gratis, menjadi makan bergizi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.