Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sepi Kegiatan Pemerintah, Pengusaha Hotel Menjerit
Saleh Partaonan Daulay: Hotel Perlu Mencari Tamu Dari Pasar Lain
Rabu, 26 Maret 2025 07:50 WIB
Sebelumnya
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengeluhkan tidak adanya kegiatan Pemerintah di sektor pariwisata, hotel dan restoran sebagai dampak dari efisiensi anggaran. Bagaimana Anda melihat ini?
Tentu kita harus menyampaikan kondisi ini kepada Pemerintah. Supaya Pemerintah bisa mencari solusi alternatif yang terbaik. Supaya ada solusi kemungkinan hotel, restoran itu bisa dikunjungi.
Selain itu?
Kita juga harus melakukan kajian dan analisis yang dalam terkait dengan kondisi hotel dan restoran itu. Apakah benar bahwa kondisinya begitu. Apa karena kebijakan Pemerintah yang melakukan efisiensi, atau justru sekarang ini, karena kita memasuki bulan suci Ramadan.
Baca juga : Hariyadi Sukamdani: Perhotelan Sekarang Benar-benar Turun
Kalau Ramadan kan tidak ada yang memutuskan untuk datang. Pastinya mengurangi kebutuhan-kebutuhan di hotel. Secara otomatis, mungkin orang fokus beribadah, atau kalau ada untuk buka puasa mungkin.
Lantas, solusinya bagaimana?
Tentu kita juga harus mencari solusi alternatif bagi hotel dan restoran itu. Misalnya, hotel dan restoran mencari pasar lain, selain dari pasar Pemerintah. Ini kan pengusaha tergantung kepada program Pemerintah itu besar sekali. Jadi, kita cari pasar yang lainnya. Misalnya bersama dengan sektor swasta.
Apakah sektor swasta bisa menutupi pasar Pemerintah bagi hotel dan restoran?
Baca juga : Menhub Minta Pemudik Waspada Cuaca Ekstrem
Perusahaan-perusahaan swasta itu jauh lebih banyak, apalagi di Jakarta. Ini kan Ibu Kota bisnis Indonesia. Nah, perusahaan-perusahaan besar mempekerjakan banyak orang. Jadi, bisa saja kita mengimbau mereka untuk sama-sama ikut mengunjungi hotel dan restoran di wilayah Jakarta dan sekitarnya misalnya, atau kota-kota besar lainnya. Dengan begitu akan terjamin.
Menurut Anda ini akan menyelamatkan sektor hotel dan restoran?
Ini usaha agar terjamin independensi hotel dan restoran dari program-program Pemerintah. Sebab, kalau sepanjang waktu, terus-terusan mengharapkan program Pemerintah, saya khawatir pengembangan usaha hotel dan restoran malah terganggu lagi. Kita harus memastikan ada jaringan lain dari swasta.
PHRI mengatakan bahwa dampak dari pemangkasan itu terjadi bukan sejak bulan puasa, tetapi sejak awal tahun. Bagaimana itu?
Baca juga : Saan Yakin Jabar Jadi Lumbung Suara NasDem
Kalau bulan Januari atau awal tahun kan biasanya memang Pemerintah belum mengeluarkan anggaran. Biasanya anggaran negara setiap bulan ketiga, dan sepertinya itu mulainya sejak Maret atau April awal. Biasanya gitu kalau harapannya adalah anggaran Pemerintah. Nah, sekarang akhir Maret, awal-awal itu adalah Ramadan.
Artinya akan tetap ada ya?
Kita lihat dulu saja. Misalnya, nanti bulan April atau sesudah Lebaran. Mudah-mudahan. Kalau Januari, Februari, biasanya kan Pemerintah belum ada anggaran. Itu masih untuk gaji pegawai saja. Tapi setelah Maret, barulah mereka bisa jalan sesuai dengan pencairan anggaran. NNM
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Rabu, 26 Maret 2025 dengan judul "Sepi Kegiatan Pemerintah, Pengusaha Hotel Menjerit Saleh Partaonan Daulay: Hotel Perlu Mencari Tamu Dari Pasar Lain"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya