Dark/Light Mode

Presiden Ingin Tekan Biaya Haji, ONH Bisakah Lebih Murah Lagi?

Dahnil Anzar Simanjuntak: Permintaan Presiden Sangat Rasional Kok

Jumat, 9 Mei 2025 07:40 WIB
Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Kepala Badan Penyelenggara (BP) Haji. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)
Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Kepala Badan Penyelenggara (BP) Haji. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Apa benar BP Haji tengah merancang sejumlah strategi untuk menurunkan ongkos haji?

Ya, benar. Ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Beliau selalu meminta agar biaya haji diturunkan. Itu perintah yang sangat rasional. Presiden ingin pengelolaan haji ini bersih dari ko­rupsi, bebas dari kartel, dan segala bentuk penyimpangan.

Komponen apa saja yang men­jadi beban besar dalam ongkos haji saat ini?

Salah satu komponen besar itu adalah lama masa tinggal jamaah di Arab Saudi. Saat ini, jamaah kita rata-rata tinggal sekitar 40 hari di sana. Ini menjadi beban biaya yang cukup signifikan.

Apakah ada upaya untuk me­mangkas masa tinggal itu?

Baca juga : Indonesia Dan Jepang Sepakat Perkuat Kerja Sama Ekonomi

Tentu, itu salah satu strategi yang sedang kami kaji. Kalau masa tinggal bisa dipangkas menjadi sekitar 30 hari saja, itu sudah sangat signifikan dalam menekan biaya. Tapi ini per­soalan sistemik, karena keterbatasan penerbangan dan slot bandara di Arab Saudi.

Lalu, apa langkah konkret BP Haji untuk mengatasi keterba­tasan penerbangan ini?

Kami berencana memperluas kerja sama dengan lebih banyak maskapai penerbangan dan mem­perbaiki skema penerbangan haji. Selama ini, penerbangan haji meng­gunakan sistem carter yang mem­buat pesawat pulang dalam keadaan kosong setelah mengantar jamaah. Ibaratnya, kita beli tiket empat kali lipat karena pesawatnya pulang tanpa penumpang.

Apakah ada solusi yang sedang disiapkan untuk hal itu?

Ya, kami sedang menggodok kerja sama dengan Kementerian Pariwisata Arab Saudi. Idenya, masyarakat Saudi bisa berwisata ke Indonesia menggunakan pesawat yang sama, dengan penawaran tiket diskon saat musim haji.

Baca juga : Bahlil: Kita Tak Menyerah Dengan Kebijakan Hilirisasi

Ini diharapkan tak hanya menurunkanongkos penerbangan haji, tetapi juga memberikan dampak ekonomi positif bagi sektor pariwisata nasional.

Apakah ada langkah lain untuk menekan ongkos haji?

Tentu. Kami juga mendorong agar pesawat-pesawat haji membawa kargo saat kembali ke Indonesia, supaya biaya lebih efisien. Selain itu, Pemerintah juga akan meninjau ulang aspek katering, akomodasi, hingga pengadaan layanan haji lainnya.

Bisa dijelaskan soal katering dan akomodasi?

Untuk katering, kami sudah ber­hasil mengirimkan bumbu-bumbu asli khas Indonesia ke Arab Saudi. Sekarang, 100 persen bumbu yang di­gunakan perusahaan katering di sana berasal dari Indonesia. Untuk ako­modasi, kami sedang mematangkan rencana pembangunan kampung haji, sesuai arahan Presiden. Ini diyakini akan menekan ongkos dan membuat layanan haji lebih efisien.

Baca juga : Dedi Mulyadi: Kirim Siswa Ke Barak Tak Langgar HAM

Bagaimana respons dari pihak Arab Saudi terhadap berbagai gagasan ini?

Mereka menyambut baik, terutama ide pengembangan pariwisata bilateral. ASI

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Jumat, 9 Mei 2025 dengan judul "Presiden Ingin Tekan Biaya Haji, ONH Bisakah Lebih Murah Lagi?, Dahnil Anzar Simanjuntak: Permintaan Presiden Sangat Rasional Kok"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.