Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Penyelenggaraan Haji Banyak Masalah, Usulan Pembentukan Pansus Haji Semakin Kencang
Dahnil Anzar Simanjuntak: Bagi Kami, Banyak Yang Perlu Dievaluasi
Minggu, 15 Juni 2025 07:50 WIB
Sebelumnya
Di DPR, ada dorongan dari anggota Timwas Haji 2025 untuk membentuk Pansus Haji. Apa respons dan tanggapan Anda mengenai Pansus Haji?
Kami kira DPR yang paling tahu, apakah diperlukan atau tidak (membentuk Pansus Haji).
Tapi, Anda setuju jika penyelenggaraan haji 2025 banyak yang perlu dievaluasi?
Yang jelas bagi kami tentu banyak evaluasi yang harus dilakukan, dan kita harus melakukan self correction, karena penyelenggaraan haji adalah amanah penting.
Baca juga : Abdul Fikri Faqih: Intinya Kami Siap, Apa Pun Keputusan Pimpinan
Dari penyelenggaraan haji kemarin, apa saja yang menjadi bahan evaluasinya?
Diplomasi harus dilakukan secara Jujur dan tidak glorifikasi kosong dan narsistik.
Lalu, sektor-sektor mana saja yang perlu dibenahi ke depannya?
Perbaikan data sejak keberangkatan, jumlah syarikah, catering dan manajemen mobilisasi serta rentang komando yang harus jelas di lapangan.
Baca juga : Kemenhub Perketat Lagi Pengawasan Penerbangan
Mengenai jumlah dan kinerja syarikah, bisa Anda jelaskan?
Syarikah atau operator haji di Saudi terlalu banyak, hal itu justru membuat banyak masalah. Termasuk keterlambatan pengangkutan sejumlah jemaah dari hotel di Makkah menuju Arafah.
Tahun depan dibatasi jumlah syarikahnya, harapannya layanan haji menjadi lebih baik.
Berikutnya, apa catatan Anda dari penyelenggaraan haji kemarin?
Baca juga : Golkar Dukung Gaji Hakim Naik Sampai 280 Persen
Yang terpenting adalah pengelolaan yang transparan, akuntabel dan bebas dari praktik rente dan korupsi. REN
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Minggu, 15 Juni 2025 dengan judul "Penyelenggaraan Haji Banyak Masalah, Usulan Pembentukan Pansus Haji Semakin Kencang, Dahnil Anzar Simanjuntak: Bagi Kami, Banyak Yang Perlu Dievaluasi"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya