Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
UNNES GIAT 12 Bagikan 100 Bibit, Upaya Mitigasi Bencana di Desa Lebak, Semarang
Senin, 18 Agustus 2025 14:50 WIB
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang tengah mengabdi di Desa Lebak, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, membagikan 100 bibit tanaman kepada warga desa melalui kelompok tani di setiap dusunnya. Hal ini sebagai bentuk nyata upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung mitigasi bencana.
Pengambilan bibit dilakukan sehari sebelumnya pada 15 Agustus 2025, di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ungaran. Bibit yang diperoleh terdiri dari 10 pohon alpukat dan 90 pohon tabebuya. Pemilihan jenis tanaman ini bukan tanpa alasan.
Baca juga : PLN EPI Ajak Anak Muda Tanam 530 Bibit Mangrove di Pesisir Jakarta
Sebelumnya, tim KKN UNNES melakukan wawancara dengan kelompok tani setempat untuk mengetahui kebutuhan masyarakat. Hasilnya, warga mengusulkan bibit tanaman buah, sehingga tanaman alpukat dipilih karena bermanfaat langsung bagi warga, sementara tanaman tabebuya dipilih karena dikenal sebagai tanaman peneduh yang indah sekaligus kuat dalam menjaga kualitas tanah.
Kepala Desa Lebak, Ihsan Budi Sadmoko, menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, pembagian bibit akan memberi dampak ganda bagi warga. Selain berfungsi sebagai upaya penghijauan, kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah strategis dalam pengurangan risiko bencana.
Baca juga : EMGS Hadirkan 20 Universitas Malaysia di Jakarta
Meskipun Desa Lebak memiliki kerentanan yang rendah terhadap bencana alam, namun hal tersebut mesti dipikirkan secara berkelanjutan agar tidak terjadi bencana kedepannya, salah satunya melalui penanaman pohon. Akar pohon diharapkan mampu memperkuat struktur tanah dan meningkatkan daya serap air, sehingga potensi bencana alam khususnya tanah longsor dapat diminimalisir.
Dengan semangat gotong royong, mahasiswa KKN mulai menyalurkan bibit tersebut ke para kelompok tani di setiap dusun untuk mengoordinasikan penanaman tepat sasaran. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata dari program Pengurangan Risiko Bencana yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Kuliah Kerja Nyata LPPM UNNES. Melalui program ini, mahasiswa didorong untuk mengintegrasikan aksi nyata yang berkelanjutan dalam mendukung desa tangguh bencana.
Baca juga : Menag Bagikan Takjil untuk Masyarakat di Depan Kantor Kemenag
Bersama UNNES GIAT membangun Indonesia dari desa.
Nur Hekmah Dwi Lestari
Mahasiswi UNNES GIAT 12 Desa Lebak
Mahasiswi UNNES GIAT 12 Desa Lebak
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya