Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pupuk Kaltim-KLHK Rehabilitasi Lahan Bekas Tambang Di Bengkayang

Kamis, 18 Nopember 2021 15:32 WIB
Rehabilitasi lahan bekas tambang di Arboretum Tengkawang, Desa Monterado, Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat. (Foto: ist)
Rehabilitasi lahan bekas tambang di Arboretum Tengkawang, Desa Monterado, Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT) bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan rehabilitasi lahan bekas tambang di Arboretum Tengkawang, Desa Monterado, Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat.

Rehabilitasi dengan melakukan penanaman demplot pohon Tengkawang dan durian Musang King.

Senior Vice President (SVP) Teknologi Pupuk Kaltim, Heri Subagyo mengatakan, kegiatan yang dilakukan, Selasa (16/11) ini merupakan kesinambungan komitmen kerja sama Pupuk Kaltim bersama KLHK sejak 2020. Kolaborasi pemulihan lahan bekas tambang guna meningkatkan kualitas lingkungan di kawasan sekitar. 

Menurut dia, demplot ini juga sebagai wujud dukungan Pupuk Kaltim untuk pemulihan lingkungan dan ekosistem pasca tambang, baik dalam bentuk reklamasi maupun rehabilitasi dan restorasi lahan, agar dapat dimanfaatkan kembali sesuai fungsinya. 

Berita Terkait : 20 Tahun Electronic City Hadirkan Tempat Belanja yang Lengkap dan Nyaman

Selain itu, demplot ini juga merupakan langkah Perusahaan dalam mendukung penerapan teknologi pertanian dan pengolahan lahan, serta metode pemupukan menggunakan produk Pupuk Kaltim yang dipastikan ramah terhadap lingkungan. 

“Melalui demplot ini, kita bisa menjadikan lahan bekas tambang sebagai kawasan konservasi maupun ruang terbuka hijau sesuai konsep arboretum Tengkawang, sehingga memiliki manfaat dan nilai guna bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya, Kamis (18/11). 

Menurut dia, perbaikan dan pemulihan kualitas lingkungan menjadi salah satu komitmen Pupuk Kaltim dalam menekan deforestasi hutan, melalui upaya pelestarian alam secara berkesinambungan.

Dalam waktu dekat, Pupuk Kaltim juga telah melakukan demplot serupa di lahan bekas tambang batubara di Makroman, sehingga keberadaan hutan sebagai tatanan ekosistem dan mencegah timbulnya pemanasan global dapat tercapai melalui kesinambungan kerja sama dengan berbagai pihak. 

Berita Terkait : Pertamina Gelar Pelatihan Pengolahan Ikan Jadi Amplang di Pontianak

“Kontribusi terhadap lingkungan menjadi komitmen utama Pupuk Kaltim, yang diimplementasikan pada berbagai upaya dalam mendukung pelestarian alam serta keanekaragaman hayati," katanya. 

Ia berharap, perbaikan ekosistem dan kualitas lingkungan bisa semakin ditingkatkan melalui sinergi aktif antara Perusahaan dengan pemerintah. 

Plt. Direktur Pemulihan Kerusakan Lahan Akses Terbuka (PKLAT) KLHK, Edy Nugroho Santoso mengatakan, kerusakan lahan di Monterado diakibatkan aktivitas tambang emas secara ilegal, dengan luasan mencapai 8,77 hektare (ha). 

Berdasarkan hasil pengujiannya, lahan bekas tambang ini memiliki kesuburan sangat rendah dengan tingkat keasaman tinggi, sehingga mengakibatkan tanaman tidak bisa tumbuh dengan baik dan kawasan menjadi gersang. 

Berita Terkait : Bos BPIP: Pancasila Untuk Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara

Jika dilakukan pembiaran dalam jangka panjang, dipastikan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. “Untuk itu, kami harap ada suatu formula yang bisa terapkan Pupuk Kaltim untuk mengembalikan kesuburan lahan di Monterado ini,” katanya. 

Ia optimistis, keterlibatan Pupuk Kaltim pada demplot ini menjadi solusi terhadap kondisi lahan Monterado, melalui penerapan teknologi pertanian untuk pengolahan lahan hingga pemupukan, agar kawasan ini bisa dimanfaatkan kembali sesuai peruntukannya. 

Ia berharap, kontribusi Pupuk Kaltim dapat terus mendorong perbaikan kualitas lingkungan, termasuk menekan laju deforestasi hutan yang diakibatkan berbagai aktivitas penambangan. 

“Semoga lahan di Monterado ini kembali hijau, sehingga tanaman bisa tumbuh dengan baik dan bermanfaat bagi lingkungan serta masyarakat sekitar,” pungkasnya. [IMA]