Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tunggu Hasil Rapat The Fed Dan BI, Rupiah Ketar-ketir
Kamis, 16 Desember 2021 10:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pagi ini nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,5 persen berada di level Rp 14.334 per dolar AS dibanding perdagangan kemarin di level Rp 14.324 per dolar AS.
Mata uang Asia bergerak variasi terhadap dolar AS. Yen Jepang turun 0,10 persen, dolar Singapura melemah 0,07 persen, dolar Hong Kong minus 0,01 persen, dan rupee India turun 0,48 persen. Sedangkan, won Korea Selatan menguat 0,26 persen, peso Filipina naik 0,21 persen, bath Thailand naik 0,2 persen, dan ringgit Malaysia menguat 0,03 persen.
Baca juga : Joss! Awal Pekan Rupiah Langsung Meroket
Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya turun tipis 0,227 persen ke level 96,737. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,09 persen ke level Rp 16.151, terhadap poundsterling Inggris naik 0,05 persen ke level Rp 18.945, dan terhadap dolar Australia juga menguat cukup tinggi 0,28 persen ke level Rp 10.240.
Chief Economist PermataBank,Josua Pardede mengatakan, saat ini pergerakan rupiah terbatas dan sideways, lantaran karena pelaku pasar wait and see terhadap keputusan The Fed dalam rapat FOMC besok.
Baca juga : Pasar Antisipasi Omicron, Rupiah Meroket
"Saat ini pelaku pasar belum bisa memastikan percepatan tapering off AS akan dipercepat atau tidak," kata Josua, di Jakarta, Kamis (16/12).
Selain itu hari ini juga Bank Indonesia (BI) bakal mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG), meskipun pasar seolah sudah memprediksi suku bunga acuan.
Baca juga : Umrah Kepatil Omicron
“Pelemahan rupiah mampu tertahan karena juga didukung sentimen domestik. Neraca perdagangan di November yang rilis kemarin menunjukkan surplus 3,51 miliar dolar AS,” pungkasnya. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya