Dark/Light Mode

Inflasi Terjaga, Sinyal Pemulihan Ekonomi Kian Positif

Kamis, 3 Februari 2022 09:51 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: ist)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, meningkatnya mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat telah mendorong sisi permintaan. 

Kondisi ini tercermin dari inflasi di Januari 2022 yang tercatat sebesar 2,18 persen (year on year/yoy). "Kondisi ini masih terkendali dalam kisaran sasaran target inflasi tahun 2022 sebesar 3 persen ±1 persen (yoy). Secara bulanan, inflasi Januari 2022 sebesar 0,56 persen secara bulanan (mtm), sedikit menurun dibanding inflasi bulan Desember 2021," kata Airlangga dalam keterangannya, Kamis (3/2). 

Namun Airlangga menerangkan, inflasi Januari 2022 merupakan yang tertinggi pada periode yang sama sejak tahun 2019.     

Baca juga : Wagub Jatim: Prasyarat Pemulihan Ekonomi Bukan Pelonggaran Prokes, Tapi Menekan Kasus Covid

Ia menyebut, capaian inflasi Januari dipengaruhi oleh pergerakan pada seluruh komponen inflasi dengan komponen inti menjadi penyumbang andil tertinggi terhadap inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Januari yakni sebesar 0,27 persen. Inflasi inti sebesar 0,42 persen (mtm) dan merupakan tertinggi sejak Agustus 2019. 

Sementara secara tahunan, inflasi inti tercatat sebesar 1,84 persen dan juga tertinggi sejak September 2020. "Peningkatan inflasi inti pada Januari 2022 terutama disebabkan adanya peningkatan harga komoditas ikan segar, mobil, tarif kontrak rumah dan sewa rumah," sambung Airlangga. 

Dilanjutkannya, harga beras juga mengalami kenaikan pada Januari. Ini disebabkan oleh rendahnya panen pada bulan November-Desember 2021, disertai dengan terjadinya hidrometeorologi pada awal tahun 2022. 

Baca juga : Sri Mulyani Pasang Kuda-kuda

"Harga beras ditingkat penggilingan meningkat sebesar 2,23 persen (mtm) dan ditingkat eceran sebesar 0,94 persen (mtm). Kondisi ini diperkirakan masih berlangsung pada Februari meski tidak setinggi Januari dan kembali stabil mulai Maret karena mulai masuknya musim panen," kata Airlangga. 

Sementara itu, minyak goreng yang menjadi komoditas paling dominan menyumbang inflasi tahun 2021 dengan andil sebesar 0,31 persen, saat ini kondisinya relatif terkendali dengan andil inflasi mencapai 0,01 persen di Januari 2022. 

“Pemerintah telah melakukan upaya untuk melakukan stabilisasi harga minyak goreng," kata Airlangga. 

Baca juga : Kebut Pertumbuhan Ekonomi, Airlangga Tekankan Perlunya Komunikasi Strategi Global

Sebelumnya telah dikeluarkan kebijakan untuk memastikan agar masyarakat dapat memperoleh harga minyak goreng kemasan dengan harga terjangkau Rp 14.000 per liter yang di mulai pada tanggal 19 Januari 2022.

"Kemudian, untuk mengantisipasi kenaikan harga migor, Pemerintah telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk minyak goreng.  Kebijakan HET ini berlaku mulai 1 Februari 2022,” ujar Airlangga. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.