Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Top! Ikan Nila Dari Danau Toba Laku Keras Di Pasar Ekspor
Senin, 7 Februari 2022 10:27 WIB
Sebelumnya
Dari angka 78,44 juta dolar AS nilai ekspor ikan Nila Indonesia ke pasar global, kontribusi ekspor Nila dari Sumatera Utara mencapai 71,89 juta dolar AS. Ekspor ikan Nila dari Sumatera Utara yang dibudidayakan dengan sistem keramba jaring apung (KJA) berkelanjutan di Danau Toba itu mayoritas dikirim ke Amerika (61,29 persen), sisanya ke Kanada (14,63 persen) dan Taiwan (11,73 persen).
Sebagai ikan yang dibudidayakan terbanyak kedua di seluruh dunia, perkembangan perdagangan ikan Nila global akan terus meningkat. Apalagi, ikan Nila juga dikenal sebagai aquatic chicken karena kemudahan dibudidayakan secara massal dan pengkinian teknologi pembiakan sehingga dapat menyusul industri peternakan ayam di Amerika. Di samping itu, seperti daging ayam, ikan Nila juga menarik konsumen yang beragam.
Apalagi, ikan Nila yang dibudidayakan mengikuti cara budidaya yang baik dan benar sesuai prinsip good aquaculture practice (GAP), akan menghasilkan daging ikan berkualitas tinggi. Seperti ikan Nila yang dibudidayakan sesuai GAP di Danau Toba, sangat diterima pasar mancanegara karena keunggulan daging ikan yang rasanya enak, menyehatkan, tidak berbau lumpur, dan bebas residu antibiotik.
Baca juga : Tegaskan Tak Ada Jebakan Karantina Turis Ukraina, Ini Penjelasan Satgas
Ikan Nila Danau Toba mengungguli ikan Nila dari China karena jaminan keamanan pangan yang bebas cemaran residu antibiotik dan bau lumpur serta menyehatkan.
Daniel Pauly, Ilmuwan perikanan yang paling banyak dikutip di dunia membenarkan istilah nila sebagai aquatic chicken. Nila merupakan ikan yang sangat enak dan menyehatkan. Nila bisa dikelola dalam berbagai kondisi lingkungan.
“Anda bisa membudidayakannya di halaman rumah tetapi juga bisa membudidayakannya dalam konteks (skala) industri. Nila bisa menjadi ayam, ayamnya air (aquatic chicken) di masa depan,” jelasnya melansir Marine Fisheries & Aquatic Series PBS.org.
Baca juga : Diresmikan Jokowi, 7 Pelabuhan Danau Toba Siap Genjot Wisatawan
Melihat fakta tersebut, prospek ekspor ikan Nila semakin terbuka. Hal ini senada dengan analisis Suhana. Indeks analisis penetrasi pasar ekspor Nila Indonesia tahun 2019 hanya sebesar 0,10 atau turun dibandingkan tahun 2012 yang mencapai 0,18.
“Dalam periode 2012-2019, rata-rata indeks nilai penetrasi pasar ekspor tilapia Indonesia hanya mencapai 0,14. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar negara yang mengimpor produk tilapia dunia belum tersentuh produk tilapia Indonesia. Ini merupakan peluang besar bagi produk tilapia Indonesia,” kupasnya.
Lebih lanjut, Suhana menerangkan, pada tahun 2019 ada 154 negara yang mengimpor produk ikan Nila. Tetapi, Indonesia hanya bisa menembus pasar ekspor di 16 negara saja.
Baca juga : Kawal Harga Minyak Goreng, Wamendag Terjun Langsung Ke Pasar
“Oleh sebab itu, pemerintah dan para pelaku bisnis produk ikan Nila perlu terus berinovasi dan meningkatkan produksi agar dapat menembus lebih banyak negara-negara yang selama ini mengimpor produk ikan Nila,” tutupnya. [DIT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya