Dark/Light Mode

Gernas BBI Kepri, Kemenkop UKM Genjot Produk Lokal Bersaing Di Pasar Global

Kamis, 31 Maret 2022 09:57 WIB
Foto: Dok Kemenkop UKM
Foto: Dok Kemenkop UKM

 Sebelumnya 
Ia mengatakan, pihaknya memfasilitasi UKM dengan produk unggulan, yang terdiri dari 20 UKM produk premium dan 20 UKM kuliner unggulan bekerja sama dengan GrabFood, serta enam usaha kuliner mikro di ruang publik. Dan terdapat lebih 100 UMKM produk local champion Kepri, yang sudah dikurasi dan difasilitasi oleh BI.

"Selain dukungan langsung tersebut, kami juga menyediakan media untuk melakukan business matching yang tidak terbatas. Antara UMKM Indonesia dan potential buyer di dalam dan luar negeri pada platform SMEsta.id," sebut Teten.

Kemenkop UKM juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, agar mengimbau semua perwakilan yang ada di luar negeri, dapat ikut serta mendukung kampanye Bangga Buatan Indonesia melalui berbagai kegiatan dan inisiatif yang sudah ada baik di KBRI maupun KJRI di 8 negara.

Teten kembali menegaskan, berdasarkan pengalaman yang ada, penting bagi UMKM memiliki rumahnya sendiri. Ia mencontohkan M Bloc yang saat ini menjadi surganya belanja anak-anak muda. Yang terbaru, Sarinah Indonesia yang resmi dibuka, juga tak kalah menarik perhatian masyarakat.

Menurut Teten, pengusaha mall swasta dan besar yang selama ini enggan menarik pengunjung dengan barang lokal, kini mulai berpikir. Karena di Sarinah tak ada brand besar, yang hanya ada produk UMKM lokal, namun orang membludak ke sana.

"Pengelola mall besar menganggap Sarinah ini ancaman. Jangan main-main sama UMKM. UMKM ini pasukan semut tapi kuat, karena produk kami produk unggul," tegas Teten.

Baca juga : Dilirik Banyak Klub, Taise Marukawa Ogah Berpaling Dari Bajul Ijo

Ia berharap, jika seluruh elemen masyarakat dapat menjiwai dan mendukung penuh Gernas BBI, ini menjadi amplifikasi peningkatan konsumsi dan penggunaan produk lokal karya anak bangsa, sebagai upaya akselerasi pemulihan ekonomi nasional dan UMKM Indonesia secara keseluruhan.

"Kami juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia menjadi pahlawan dan tuan rumah di negeri sendiri, dengan menggunakan produk UMKM karya anak bangsa," ajak  Teten.

Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan menyambut pelaksanaan Gernas BBI Kepri. Ia menegaskan, penyelenggaraan Gernas BBI di Kepri menunjukkan semangat sekaligus optimisme bahwa produk UMKM tidak boleh kalah dengan produk asing.

Kepri memiliki letak geografis yang strategis berbatasan langsung dengan Singapura, Malaysia, Vietnam, Kamboja dan Thailand, terbentang dari Selat Malaka serta Laut Natuna.

"Kawasan Kepri menjadi tempat transit dan pintu masuk wisatawan asing ke Indonesia, dengan potensi kekayaan laut, keindahan alamnya menjadi daya tarik tersendiri. Untuk itu saya mengapresiasi konsep mirroring Kemenkop UKM, mari segera kita lakukan berbagai event di Kepri seperti event yang berlangsung di Singapura dalam waktu berdekatan," ungkap Luhut.

Di saat yang bersamaan, Kemenkop UKM juga tengah melakukan pendataan lengkap koperasi dan UMKM.

Baca juga : Keras! Ancaman Jokowi Ke Pemda, BUMN, Kementerian Yang Ogah Belanja Produk Lokal

Diungkapkan Menko Marves Luhut, Big Data ini merupakan aset untuk memudahkan pemetaan potensi suplai termasuk pendataam onboarding UMKM, IKM, serta UKM artisan dalam mencapai 30 juta UMKM masuk ke ekosistem digital.

"Untuk itu diperlukan dukungan seluruh instansi dalam mempercepat basis data pelaku KUMKM yang tersentralisasi, untuk pengembangan UMKM yang lebih akurat," pungkasnya.

Sementara, Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan, pihaknya siap mendukung pengembangan UMKM melalui kolaborasi dan sinergitas berbagai pihak, dalam meningkatken kecintaan produk lokal Indonesia. BI sambung Perry, bersama 26 Kantor Perwakilan (KPw)

BI mengucapkan terima kasih dan selamat kepada KemenKopUKM sebagai Movement Manager, bersama dengan Gubernur Kepri selaku Key Opinion Leader pada penyelenggaraan Gernas BBI kali ini.

"Sinergi adalah kata kunci kenapa kita terus mendukung UMKM di tahun 2021. Bersama-sama pusat dan daerah, bergandengan tangan memajukan UMKM Indonesia. Kita harus bangga UMKM Tanah Air maju untuk bisa go ekspor dan go digital," ungkap Gubernur BI.

Tahun ini BI mendukung Gernas BBI yang mengusung 'Expanding To The New Market' bagaimana UMKM terhubung dengan global value chain. Mempromosikan produk-produk unggulan Indonesia di seluruh dunia, termasuk gelaran Presidensi G20 Recover Together Recover Stronger.

Baca juga : Kementan Tawarkan Solusi Perdagangan Pertanian Global

"Bank Sentral senantiasa memperluas akseptansi penggunaan QRIS kepada para merchant UMKM. Di mana tahun ini ditargetkan mencapai 15 juta pengguna di tahun 2022," jelas Perry.

Di kesempatan yang sama, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menuturkan, Kepri menjadi salah satu provinsi yang siap menindaklanjuti inventarisasi TKDN bagi belanja pemerintah provinsi. Di mana dari total belanja total sebesar Rp 3,6 triliun, setelah inventarisasi ada sekitar Rp 1,9 triliun yang memiliki kandungan TKDN yang akan dibelanjakan dalam anggaran tahun 2022 ini.

"Dengan aturan 40 persen belanja negara ke UMKM berarti ada sekitar Rp 971 miliar atau sebanyak 59,3 persen yang akan menggunakan produk dalam negeri. Kai mendorong bupati juga untuk segera melakukan hal yang sama," imbuhnya.

Pemprov Kepri sambung Ansar, juga mengafirmasi program TKDN dengan membentuk tim percepatan lokal di daerahnya. Sehingga saat ini bersama BI, sebanyak 200 jenis produk makanan dan alat kantor sudah masuk dalam e-katalog LKPP.

"Ada baiknya ada insentif yang diberikan pemerintah, agar makin banyak produk daerah yang masuk e-katalog dan memenuhi target Bangga Buatan Indonesia," kata Ansar.

Dalam gelaran puncak kampanye Gernas BBI di Batam, Kepulauan Riau, melibatkan setidaknya 178 UMKM yang menggelar pameran UMKM selama lima hari, sejak 30 Maret 2022 hingga 3 April 2022 berlokasi di area parker Harbour Bay. Di mana dari jumlah tersebut terdiri dari 132 UMKM binaan BI, 46 UMKM binaan KemenkopUKM 46 UMKM dan 72 UMKM Pasar Rakyat (Bazar Kuliner). [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.