Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Akademisi IPB: Produktivitas Padi Indonesia Peringkat Kedua Di Asia
Jumat, 8 April 2022 15:11 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB), Prima Gandhi mengungkapkan, produktivitas padi dan jagung meningkat karena kontribusi penggunaan benih unggul dan pupuk.
Berbagai hasil riset, penggunaan benih unggul yang ditunjang dengan pemupukan yang tepat berdampak signifikan pada peningkatan hasil panen.
“Terlihat dari trend produktivitas padi Indonesia semakin meningkat berkat berbagai terobosan dan penggunaan teknologi, sehingga mampu meningkatkan produksi pada era Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo,” demikian dikatakan Prima Gandhi di Bogor, Jumat (8/4).
Gandhi menyebut, trend produktivitas padi terlihat dari angka perhitungan BPS. Data BPS menyebutkan produktivitas padi sejak 2019 semakin meningkat, yakni tahun 2019 sebesar 5,11 ton/hektar, tahun 2020 sebesar 5,13 ton/hektar dan 2021 sebesar 5,22 ton/hektar. Bahkan di tingkat Asia, posisi produktivitas Indonesia berada peringkat kedua setelah Vietnam.
Baca juga : PT Telkom Indonesia International Buka Kantor Ke 11 Di Dubai
Tak hanya itu, sambungnya, data FAO pun menyebutkan di tahun 2018 Indonesia menduduki peringkat kedua dari 9 negara negara FAO di Benua Asia.
Adapun urutannya, Vietnam 5,89 ton/hektar, Indonesia 5,19 ton/hektar, Bangladesh 4,74 ton/hektar, Filipina 3,97 ton/hektar, India 3,88 ton/hektar, Pakistan 3,84 ton/hektar, Myanmar 3,79 ton/hektar, Kamboja 3,57 ton/hektar dan Thailand 3.l,09 ton/hektar.
“Ini menunjukkan program kerja Kementerian Pertanian on the right track. Mesinnya bergerak di lapangan, akselerasi produksi dilakukan melalui mapping kawasan andalan, kawasan utama maupun kawasan pengembangan,” jelasnya.
Lebih lanjut Gandhi menjelaskan, pada kawasan andalan, program kerja Kementan dengan memacu upaya meningkatkan produksi dan produktivitas melalui peningkatan indeks pertanaman dan penggunaan benih unggul serta pemupukan berimbang tepat, sesuai kebutuhan hara tanah. Ada kegiatan perluasan areal tanam maupun meningkatkan indeks pertanaman.
Baca juga : Kinerja Kejagung Diapresiasi, Tapi Masih Harus Digenjot
“Hal yang sama terlihat telah dilakukan untuk memacu produksi jagung. Selain padi di lahan sawah, petani mengidolakan tanam jagung di lahan kering karena menguntungkan dan mudah ditanam,” terangnya.
Menurut Gandhi, meski kontribusi biaya pupuk dalam struktur biaya produksi sekitar 10 persen, namun pupuk itu merupakan makanannya tumbuhan, urea memacu fase vegetatif tanaman menjadi subur hijau, sedangkan pupuk NPK khususnya unsur phospat akan mengisi bulir padi secara optimal.
Dalam kondisi sulit dan mahalnya pupuk kimiawi, kini digencarkan pupuk organik dan pupuk hayati, hemat karena buatan sendiri dari bahan kompos yang ada di sekitar.
“Hal yang sama, penggunaan benih padi unggul berkontribusi pada produktivitas. Penggunaan ideal benih padi 25 kg per hektar maupun jagung 15 kg per hektar bila dengan benih unggul terbukti berdampak pada produktivitas,” katanya.
Baca juga : Parpol, Institusi Dengan Tingkat Kepercayaan Terendah
Dia menyebutkan, kini petani sudah familiar dengan benih unggul dan melakukan pergiliran varietas. Bahkan, kini petani menyukai varietas unggul genjah guna mengejar indek pertanaman hingga IP 300. Bahkan sudah mulai belajar IP 400 yang berarti setahun empat kali tanam dan empat kali panen.
“Asal ada kemauan mengubah, dan di situ akan ada hasil yang lebih baik. Alhasil dari data BPS, sejak 2019 hingga sekarang tidak ada impor beras umum, bahkan setiap tahun produksi beras selalu surplus di atas kebutuhan konsumsinya,” tandas Gandhi. [WHY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya