Dark/Light Mode

Cuti Bersama Lebaran Ditetapkan 10 Hari

Pengelola Hotel BUMN Ngarep Okupansi 65 Persen

Sabtu, 9 April 2022 07:30 WIB
Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (Persero) atau HIN Iswandi Said. (Foto: Istimewa).
Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (Persero) atau HIN Iswandi Said. (Foto: Istimewa).

 Sebelumnya 
Ardita memastikan, sebagai kawasan yang ditetapkan menjadi Green Zone Destination, The Nusa Dua telah menerapkan sejumlah tata kelola kawasan berbasis protokol kesehatan (prokes). Yang mewajibkan sertifikasi Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) bagi kawasan dan tenant.

Ardita juga mengklaim, pihaknya telah menyelesaikan program vaksinasi dan booster Covid-19 bagi seluruh pekerja di dalam kawasan. Serta mendorong pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi, sebagai upaya memitigasi penyebaran Covid-19 di kawasan Nusa Dua dan sekitarnya.

Apalagi di awal tahun ini, terdapat lima hotel di The Nusa Dua yang menjadi lokasi program Bali Warm Up Vacation. Ini merupakan program khusus bagi PPLN yang baru datang ke Bali, agar dapat menjalani karantina mandiri dalam hotel dengan sistem bubble.

Baca juga : Cuti Bersama Lebaran 2022, Peluang Bangkitkan Ekonomi Daerah

“Dengan rangkaian fasilitas dan layanan itu semua, kami optimistis, tren pertumbuhan akan terus terjaga hingga akhir tahun,” ungkapnya.

Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (Persero) atau HIN Iswandi Said juga optimistis, tingkat okupansi hotel-hotel yang dikelola HIG (Hotel Indonesia Group) akan meningkat dibanding tahun 2021, yang tercatat hanya 42 persen.

Apalagi Pemerintah telah menetapkan cuti bersama Lebaran 2022 yang tergolong panjang, yakni 10 hari.

Baca juga : Asyik, Cuti Bersama Plus Libur Lebaran Total Sampai 10 Hari

“Kami harapkan okupansi hotel bisa terus meningkat. Bahkan saat libur Lebaran, harapannya bisa mencapai 65 persen. Baik dari wisawatan internasional maupun domestik,” tutur Iswandi melalui pesan singkat kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Saat ini, pihaknya fokus menambah jumlah hotel milik BUMN lain yang akan bergabung kepada HIG. Mengingat, baru 28 hotel BUMN yang berada di bawah naungan HIG, dari total 120 hotel BUMN.

”Tahun ini, semoga bisa tercapai menjadi 50 hotel (dikelola di bahwa HIG). Misalnya, dari Patra Jasa saja ada 11 hotel, lalu masih ada hotel-hotel dari BUMN karya,” pungkasnya. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.